icon-category Digilife

Recap Trending News: Kecelakaan Bekasi, BBM Naik hingga Data Bocor Lagi

  • 04 Sep 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi foto: Medienstürmer @medienstuermer/Unsplash

    Uzone.id - Sudah akhir pekan saatnya kita recap apa saja yang terjadi selama 7 hari ke belakang. Dan recap kali ini akan menjadi recap pertama di bulan September!

    Tapi, tak seperti judul lagu ‘September Ceria’, awal bulan ini dibuka dengan kasus baru kebocoran data. Sudah seperti drama Korea saja ya, satu episode (kebocoran data) setiap minggu. Ada juga kabar soal influencer yang di-kick dari hampir semua media sosial, kok bisa? Kecelakaan di Bekasi juga menutup bulan Agustus dengan duka.

    Berikut rangkuman kejadian dan tren yang hangat dibicarakan Warganet Indonesia (maupun dunia) selama satu pekan ke belakang.

    Andrew Tate, Influencer yang diblokir 6 media sosial

    Nama Andrew Tate jadi bahan gorengan warganet dunia di seluruh platform. Sebelum disingkirkan dari media sosial, Tate memiliki massa yang cukup luas, ia memiliki followers Instagram sebanyak 4,5 juta, dan 600 ribu subscriber di akun YouTube ‘Tate Speech’. Di TikTok, video-videonya telah dilihat lebih dari 14 miliar kali

    Setidaknya hingga saat ini, Tate dilarang dari Facebook, Instagram, YouTube, TikTok, Twitch dan Twitter karena opininya yang disebut menebar kebencian terhadap wanita atau misoginis.

    Namanya trending dimana-mana, bahkan dikecam oleh berbagai komunitas, khususnya wanita. Kebencian yang berlebihan terhadap wanita inilah yang membuatnya dikecam. 

    TikTok dkk menendang Tate dengan alasan melanggar kebijakan mereka, apalagi ucapannya yang terang-terangan membenci wanita dan beberapa opininya yang bertentangan dengan virus COVID-19 dan vaksin.

    Baca juga: Andrew Tate, Influencer yang Ditendang dari 6 Media Sosial

    "Misogini adalah ideologi kebencian yang tidak ditoleransi di TikTok," kata juru bicara perusahaan. TikTok juga menyebut bahwa mereka telah menghapus video dan akun yang melanggar selama berminggu-minggu.

    Sama seperti media sosial lainnya, Meta juga mengeluarkan Tate dari platformnya seperti Facebook dan Instagram karena melanggar pedoman komunitas dengan tuduhan sebagai "individu dan organisasi yang berbahaya".

    Kabar Duka kecelakaan di Bekasi merenggut 10 korban

    Pada hari Rabu, (31/08), sebuah truk trailer melintas di kawasan padat penduduk, kemudian tiba-tiba saja menghantam sebuah halte dan merobohkan tiang BTS. Korban akibat kejadian ini pun tak main-main, 10 orang meninggal dunia yang mana 4 diantaranya adalah anak-anak sekolah.

    Kejadian tersebut terjadi siang bolong di kawasan sekolah, dimana saat kejadian tersebut terjadi, anak-anak sekolah sedang berkumpul di depan sekolah untuk membeli makanan.

    Baca juga: Belajar dari Kecelakaan Maut Bekasi, Monster Jalanan itu Adalah Truk!

    Tak berselang lama, sebuah truk menghantam pedagang dan anak-anak tersebut. Akibatnya, kecelakaan ini merenggut 4 siswa SDN Kota Baru II dan III dan juga pedagang dan pengendara yang sedang melintas.

    Hal ini menjadi kabar duka bagi seluruh warga Indonesia, apalagi korbannya adalah anak-anak sekolah. Selain itu, banyak pihak menyayangkan mengapa kendaraan besar beroperasi di jam-jam sekolah yang mana banyak anak-anak beraktivitas di luar dan masyarakat yang melakukan aktivitas.

    Warganet Kena Prank Harga BBM

    Bulan September juga dibuka dengan prank massal warganet Indonesia, dimana pada saat itu warga Indonesia di prank kenaikan harga BBM.

    Isu harga BBM yang naik pada 1 September ini bikin masyarakat Indonesia panik dan rela ngantri panjang di SPBU terdekat untuk mengisi penuh bahan bakar kendaraan mereka. Alih-alih untung, netizen malah jadi buntung.

    Setelah mengantre berjam-jam di SPBU, esoknya Pertamina menginfokan tidak jadi menaikkan harga BBM jenis Pertalite. Malah yang ada, mereka menurunkan harga beberapa jenis BBM seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite per 1 September 2022.

    Baca juga: Bukan Prank! Kata Lord Luhut BBM Subsidi Bakal Tetap Naik Harga

    Harga Pertalite yang tidak jadi naik ini lantas membuat netizen kesal, lantaran merasa ‘di-prank’ pemerintah. Padahal, kejadian ini bukanlah sebuah prank, melainkan masyarakatnya saja yang tidak bisa menyikapi informasi dengan baik. Beberapa menyebutkan salah satu bad habit Indonesia adalah panic buying.

    Berbagai unggahan sindiran pun memadati timeline Twitter. Bahkan, tagar SPBU pun sempat masuk trending di Twitter dan sudah di tweet  sebanyak puluhan ribu kali.

    Sebagian besar dari mereka kesal karena sudah mengantri berjam-jam untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka.

    yah ga jadi naik semalem yg ngantri di SPBU kena prank wkwkwkw,” tulis salah satu warganet.

    YG ANTRI SPBU KEMAREN, sembunyi aja dikamar pasti hahahahah. KENA PRANK WOI,” tulis warganet lainnya.

    Dapet info BBM naik panik, bikin tagar, antri di SPBU malem malem. Giliran gak jadi naik merasa di prank Ingin ku teriakkkk.......  #bbmnaik,” kesal salah satu warganet”

    Episode Baru Kebocoran Data

    Lagi dan lagi, kebocoran data kembali terjadi di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, kabarnya data yang dibocorkan ini valid dan hampir semua data Indonesia masuk ke dalamnya. Haduhh, capek banget deh bocor terus.

    Kali ini, kebocorannya gak main-main, setidaknya ada 1,3 miliar data registrasi kartu SIM prabayar yang bocor dan dijual melalui forum breached.to.

    Data berukuran 87 GB tersebut diposting oleh seorang pengguna bernama Bjorka. Menurutnya, miliaran data tersebut mencakup nomor induk kependudukan (NIK), nomor telepon, nama operator seluler, sampai tanggal registrasi.

    Untuk memancing pembeli, ia bahkan membagikan secara gratis dua juta data pendaftar kartu SIM prabayar yang prosesnya mulai dilakukan sejak tahun 2017 lalu. Si peretas menjualnya dengan harga USD50.000 atau setara Rp743 jutaan.

    Kepada tim Uzone.id, pengamat siber Alfons Tanujaya meyakini kalau data registrasi prabayar yang dibagikan Bjorka valid, lantaran ia sudah melakukan cross check ke beberapa nomor yang muncul di dalam data sample.

    Baca juga: 1,3 Miliar Data SIM Card Bocor, Tanggung Jawab Siapa?

    “Data registrasi SIM-nya valid, nomornya valid dan sudah di cross check ke beberapa nomor,” katanya, melalui pesan singkat.

    Belum diketahui dari mana data ini berasal, seakan hacker mendapat data-data ini secara misterius. Kominfo, Dukcapil, dan operator seluler kompak membantah data tersebut berasal dari mereka.

    Lalu, dari mana data ini sebenarnya berasal? Kalau sudah begini, kita sebagai korban harus minta pertanggung jawaban ke siapa?

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini