icon-category Gadget

Samsung Patenkan Teknologi Jam Tangan Pintar Layar Gulung

  • 10 Dec 2021 WIB
  • Bagikan :
    Foto: Samsung Galaxy Watch (Dok. Unsplash)

    Uzone.id - Bulan lalu, Samsung menggoda penggemar dengan layar OLED rollable (gulung), foldable (lipat) dan juga layar slidable (geser) untuk perangkat mereka seperti smartphone, tablet dan juga laptop.

    Nah, kayaknya teknologi layar OLED ini tak hanya untuk ketiga perangkat tersebut tapi juga untuk perangkat wearable termasuk smartwatch.

    Menurut laporan Gizmochina, Samsung pertama mendaftarkan paten berisi 96 halaman ke World Intellectual Property Office (WIPO) pada 2 Juni 2021 lalu dan baru dirilis dan dipublikasikan pada 9 Desember 2021.

    Dilihat dari paten yang pertama kali terlihat oleh LetsGoDigital, layar jam tangan pintar tersebut nantinya bisa diperluas dengan menekan ‘crown’ jam tangan atau bisa dengan cara aktivasi touch-screen.

    samsung-rollable-watch-770x556

    Ketika di-extend, bingkai luar jam tangan akan terbuka dan menampilkan layar tambahan yang sebelumnya digulung dari dalam bodi jam tangan. Luas layar kemudian akan bertambah hingga 40 persen.

    Samsung-Galaxy-extendable-display-watch-body-detailed

    Teknologi dari paten ini bahkan memungkinkan pengguna untuk memutuskan mau pakai satu atau dua layar sesuai keinginan mereka.

    Untuk masalah kamera, ekstensi dan retraksi layar sepertinya takkan menghalangi kamera yang akan dipasang, artinya layar bukan masalah untuk menghadirkan kualitas kamera yang luar biasa.

    Samsung-extendable-smartwatch-e1639079366520

    Untuk saat ini, spesifikasi dari layar gulung smartwatch Samsung ini belum tersedia, namun Samsung bisa menggunakan teknologi layar gulung di smartwatch ini kapanpun.

    Apabila Samsung berhasil mengembangkan dan meluncurkan teknologi ini sesuai dengan paten, hal tersebut akan menjadi langkah terbaru dalam gadget evolusi wearable.

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini