icon-category Digilife

Selain Indonesia, Negara Mana Saja yang Sudah Pakai Domain .id?

  • 01 Feb 2020 WIB
  • Bagikan :

    (Ilustrasi/Unsplash)

    Uzone.id -- Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) memiliki visi agar domain bikinan lokal, yakni .id bisa digunakan tak hanya warga Indonesia, tapi juga oleh masyarakat dunia. Lantas, negara mana saja yang sudah banyak menggunakan domain .id?

    Diterangkan Ketua PANDI selaku Yudho Giri Sucahyo, tentu Indonesia menjadi negara dengan distribusi domain .id terbanyak di dunia, dengan total 330.069 domain dan pangsa pasar mencapai 94,94 persen.

    “Lalu kalau menjumlahkan dengan pangsa di luar negeri, ada 5,06 persen, dengan total 17.603 persen domain yang digunakan. Pertumbuhannya itu cukup baik, meskipun belum maksimal,” ungkap Yudho saat jumpa pers pada Jumat (1/2).

    Baca juga: PANDI Mau Bikin Domain Pakai Aksara Jawa

    Jumlah pengguna domain .id per kawasan, Arab memiliki sekitar 3,39 persen. Kemudian Amerika Utara sekitar 1,34 persen.

    Uniknya, kalau membagi per negara, Amerika Serikat menempati posisi ke-dua setelah Indonesia dengan total 4.417 domain .id. Kemudian disusul oleh Singapura di angka 1.813 domain.

    “Penyebarannya sudah lumayan merata, setelah Singapura itu ada China, Jerman, Australia, Jepang, Kamboja, Swiss, lalu Malaysia. Di tahun ini, kami ingin semakin menggenjot penyebaran domain .id di luar negeri,” katanya lagi.

    PANDI menargetkan, tahun 2020 ada sekitar 472.569 domain dengan pertumbuhan 122.569 domain atau 35,02 persen. 

    Sementara menurut Wakil Ketua Bidang Pengembangan Usaha, Kerjasama, dan Marketing PANDI, Heru Nugroho, pada dasarnya tantangan yang ada saat ini terkait penggunaan domain adalah mekanisme pasar. 

    Baca juga: Pertumbuhan Domain .id Lebih Tinggi dari Malaysia, Tapi...

    “Di luar negeri itu ada privilege. Pengelola domain di sana bisa mewajibkan orang-orang menggunakan domain yang berlaku di sana, misalnya Belanda pakai .nl, nah kalau di Indonesia gak ada. Di sini mau pakai .id boleh, .com, boleh,” ungkap Heru di tempat yang sama.

    Karena itu, Heru mengatakan PANDI melakukan strategi khusus agar domain .id semakin dilirik netizen maupun perusahaan yang ingin membuat situs.

    PANDI memangkas harga langganan salah satu domain unggulan mereka, yakni .my.id menjadi Rp10 ribu per tahun. Heru mengklaim, harga tersebut sudah termurah dari yang pernah ada.

    “Jadi domain .my.id akan dibungkus dengan resgistran yang menyediakan hosting untuk gratis 3 tahun. Pengguna di skala internasional akan kami prioritaskan di tahun ini,” kata Heru.

    PANDI juga akan berkomitmen akan lebih aktif lagi di komunitas global, serta aktif di pengembangan, riset, dan inovasi teknologi.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini