home ×
Digilife

Selain MiChat, 4 Aplikasi Ini Bisa Disalahgunakan untuk Open BO

22 March 2021 By
Selain MiChat, 4 Aplikasi Ini Bisa Disalahgunakan untuk Open BO
Share
Share
Share
Share

Ilustrasi (Foto: Charles Deluvio / Unsplash)

Uzone.id - Kasus yang menjerat artis Cynthiara Alona bikin geger setelah polisi mengungkap adanya dugaan prostitusi online yang melibatkan perempuan berusia 14-16 tahun.

Para perempuan itu sekarang dititipkan di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani di bawah naungan Kementerian Sosial.

Tarif jasa mereka pun dipatok mulai dari Rp400 ribu hingga Rp1 juta.

Menurut laporan, aplikasi perpesanan MiChat - yang saat ini sudah mendapat 50 juta pengguna -  dimanfaatkan oleh pelaku prostitusi online untuk menggaet lelaki hidung belang dengan istilah "open BO".

Melihat kamus gaul bahasa Indonesia, BO kependekan dari booking out (bisa dibooking).

 

Berikut ini 4 aplikasi selain MiChat yang bisa disalahgunakan untuk 'open BO':

1. Tinder

Tinder adalah aplikasi layanan pencarian sosial berbasis lokasi menggunakan profil dari Facebook dan layanan fitur GPS di ponsel) yang memfasilitasi komunikasi antara pengguna yang saling tertarik, yang memungkinkan kecocokkan (match) pengguna untuk mengobrol.

Aplikasi ini biasanya digunakan sebagai layanan kencan, dan telah bercabang untuk memberikan layanan yang lebih, sehingga lebih umum dikategorikan sebagai aplikasi sosial media.

Tinder mirip dengan MiChat dan tentu saja aplikasi ini rawan disalah gunakan oleh pelaku prostitusi online.

Uzone.id melihat Tinder saat ini sudah meraup lebih dari 100 juta pengguna. 

BACA JUGA:  Facebook Perkenalkan Gelang yang Bisa Baca Pikiran

2. Tantan

Aplikasi sosial Tantan dirancang khusus untuk pengguna usia 20-an. Aplikasi ini memanfaatkan sistem swipe and match dan dua pengguna memulai percakapan saat keduanya menyukai satu sama lain.

Kamu bisa lihat pengguna lain yang Like profil kamu, namun kamu sendiri tidak bisa melihat siapa saja yang memberikan Like. 

Selain bisa mencari teman kencan atau jodoh, aplikasi ini bisa disalahgunakan oleh pengguna untuk kegiatan prostitusi online.

3. BeeTalk

Sebuah artikel yang dimuat JPNN tahun 2018 mengulas para wanita penjaja seks komersial di Tanjung Redeb, Kalimantan Timur, memanfaatkan BeeTalk untuk mengail lelaki hidung belang.

Tarif yang ditawarkan oleh PSK berusia antara 20-35 tahun itu berkisar Rp300 ribu dan memanfaatkan kode "BO".  

Namun, untuk di Indonesia sebagian layanan BeeTalk sudah ditutup sejak 30 September 2018. Dugaan kuat karena telah disalahgunakan oleh pengguna untuk melakukan kegiatan prostitusi online.

Mirip dengan MiChat, aplikasi ini disukai pengguna karena fitur Look Around (Lihat Sekitar), di mana pengguna bisa chatting tanpa harus mengetahui kontak orang tersebut.

BeeTalk menyediakan fitur Chat, Profil, Video, Lihat Sekitar, dan Buzz. Namun, BeeTalk saat ini cuma menyediakan fitur Chat dan Profil saja. 

4. SayHi

Mirip dengan aplikasi di atas, SayHi bisa membantu kamu menemukan orang baru di sekitar kamu. Aplikasi sosial ini bisa mencari tahu orang-orang terdekat.

Dengan menemukan mereka dengan peta, kamu bisa melakukan obrolan video dengan mereka secara bebas. Oleh sebab itu, aplikasi ini tentu saja bisa mudah disalahgunakan oleh pelaku prostitusi online.

VIDEO 5 Ponsel Murah Indonesia, Harga di Bawah Rp2,5 Juta

 

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id