Digilife

Spionase Motif Hacker China Kirim Ransomware Thanos ke 10 Kementerian RI

  • 13 September 2021
  • Bagikan :
    Spionase Motif Hacker China Kirim Ransomware Thanos ke 10 Kementerian RI

    Ilustrasi (Foto: Unsplash)

    Uzone.id - Aksi peretasan 10 Lembaga dan Kementerian Indonesia  menggunakan ransoware Thanos langsung dikaitkan  dengan upaya spionase asal China dalam upaya menghadapi situasi yang  menghangat di Laut China Selatan.

    Namun menurut chairman lembaga riset keamanan siber CISSReC (Communication & Information System  Security Research Center) Prathama Persadha harus diteliti lebih dalam.

    Sebab, sampai saat ini belum mengetahui persis kebenaran dari informasi ini, jadi bisa saja ini baru klaim sepihak.

    “Kalau mereka sudah share bukti peretasannya seperti data dan biasanya upaya deface, baru kita bisa simpulkan memang benar terjadi peretasan. 10 kementeriannya yang mana juga masih belum jelas,” jelasnya, melalui keterangan resmi yang diterima, Senin (13/9).

    Baca juga: Hacker China Retas 10 Lembaga dan Kementerian RI

    “Namun bila ini  spionase antar negara, memang bukti akan lebih sulit untuk didapatkan,  karena motifnya bukan ekonomi maupun popularitas,” tambah dia.

    Laut China Selatan ini dikelilingi oleh sejumlah negara ASEAN dan China ini merupakan jalur perdagangan yang sangat strategis, dan menyimpan cadangan minyak bumi yang cukup besar.

    Tak heran jika wilayah perairan ini terus menerus dilanda ketegangan antarnegara di sekelilingnya—termasuk Indonesia.

    Negara-negara yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan, seperti China, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Brunei, saling klaim sejumlah wilayah.

    Baca juga: Kominfo Pastikan Data eHAC di PeduliLindungi Aman


    Mereka pun terus memperkuat armada militernya masing-masing. Salah satu wilayah Indonesia yang sangat dekat dengan perairan ini adalah Pulau Natuna.

    Seperti diketahui, Kelompok Hacker Asal China yang bernama Mustang panda Group, diketahui melakukan peretasan terhadap 10 Kementerian Lembaga Pemerimtah Indonesia.

    Menurut Insikt Group, divisi penelitian ancaman Recorded Future, menyebutkan kelompok hacker itu menyerang dengan menggunakan private  ransomware bernama Thanos.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini