Digilife

Tips Aman Sebelum Terjun Ke NFT, Jangan Asal Nyebur ya

  • 14 January 2022
  • Bagikan :
    Tips Aman Sebelum Terjun Ke NFT, Jangan Asal <i>Nyebur</i> ya Ilustrasi foto: olieman.eth/Unsplash

    Uzone.id - Tren koleksi dan jual aset digital dalam bentuk NFT menjadi tren akhir-akhir ini. Beberapa tokoh terkenal seperti Jack Dorsey, Bos Tesla Elon Musk hingga penyanyi Eminem dan Shawn Mendes pun ikut meramaikan tren ini.

    NFT memang sangat menguntungkan bagi para kreator untuk menjual karya-karya digital mereka. Selain bisa memiliki nilai yang lebih tinggi, NFT juga mencegah karya digital original dipalsukan atau dibajak oleh pihak tertentu.

    Karya dalam bentuk NFT memiliki sifat transparansi dan keamanan yang tercatat di HAKI. Tentu ini akan menguntungkan para kreator karena hanya akan ada satu barang orisinil yang bisa terjual dalam bentuk NFT.

    Baca juga: Ikuti Jejak Ghozali Everyday, Begini Cara Jual NFT di OpenSea

    NFT juga menawarkan keeksklusifan yang akan membuat para kolektor berani memasang harga tinggi untuk karya digital yang mereka inginkan. Hal ini tak terlepas dari sifat NFT yang tidak dapat diduplikasi sehingga menjadikannya langka dan unik.

    Artinya, NFT akan sama berharganya dengan barang koleksi di dunia nyata karena hanya akan ada satu orang yang memiliki versi asli dilengkapi dengan sertifikat kepemilikan digital yang tersimpan di blockchain.

    Bagi para kreator yang ingin menjual karya-karya digital dalam bentuk NFT, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum terjun ke dunia tersebut. 

    Berikut beberapa tips atau wejangan bagi kreator karya digital agar tidak menyesal di kemudian hari.

    Pertama, pahami seluk beluk NFT

    NFT adalah sebuah catatan atau sertifikat berbasis blockchain yang menandakan kepemilikan aset digital. 

    Dalam konteks seni, NFT memberikan bukti kepemilikan dan kepengarangan yang unik dan jelas oleh seniman, para kreator atau artis selalu terdaftar sebagai pemilik asli karya seni digital yang terkait dengan NFT.

    Nantinya, artis atau kreator merupakan originator dan pemilik hak cipta dari karya yang dijual. Kemudian, pembeli menerima sertifikat kepemilikan berbasis blockchain yang menunjukkan kepemilikan sebelumnya.

    Baca juga: Yang Harus Diketahui Sebelum Ikutan Tren NFT

    Platform NFT biasanya membebankan biaya layanan (mirip biaya komisi) yang biasanya ditambahkan oleh penjual ke harga jual dari karya mereka.

    Kedua, pilih marketplace NFT untuk menjual karya 

    Ada banyak platform yang tersedia untuk menjual dan membeli karya NFT. Yang bisa kalian lakukan sebelum terjun ke NFT adalah memilih marketplace yang cocok untuk karya kalian.

    Baca juga: 6 Marketplace NFT Biar Makin Cuan, Ada Buatan Indonesia Nih

    Di Indonesia, kalian bisa memilih marketplace seperti TokoMall, Baliola, Kolektibel, Enevti, dan Paras.id. Untuk yang lebih globalnya, kalian bisa memilih OpenSea, Axie Infinity, Rarible, Decentraland, dan Super Rare.

    Ketiga, jangan lupa untuk amankan informasi 

    Ketika memilih dompet kripto, jangan lupa untuk menerapkan keamanan seperti two-factor authentication, simpat wallet kalian dengan aman dengan frasa awal (mirip dengan password), dan biasakan gunakan VPN untuk trading mata uang kripto.

    Kreator juga harus memeriksa dompet mana yang diterima oleh Marketplace NFT, misalnya, Foundation hanya menggunakan MetaMask dan lainnya.

    Keempat, pahami soal copyright

    Kreator juga harus paham lebih mengenai hak cipta dalam karyanya agar menghindari masalah yang terjadi antara pembeli dan kreator. Misalnya, mengenai reproduksi karya, royalti, lisensi non-eksklusif, dan lainnya.

    Baca juga: Kantongi Rp12 Miliar Modal Selfie, Ghozali Menang Banyak Berkat NFT

    Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa artis atau kreator merupakan originator dan pemilik hak cipta dari karya yang dijual. Kemudian, pembeli menerima sertifikat kepemilikan berbasis blockchain yang menunjukkan kepemilikan sebelumnya.

    Kreator juga harus paham jika pembeli NFT tidak dapat hak untuk mereproduksi karya yang dibeli, asalkan ada perjanjian yang tertulis dan tegas antara seniman dan pembeli.

    Kelima, konsultasi dan pahami peluang bisnisnya

    Sama seperti berurusan dengan galeri atau dealer, para seniman juga perlu merencanakan keputusan bisnis mereka. Maka dari itu, jangan lupa untuk memikirkan matang-matang mengenai resiko, peluang bisnis dan jika perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak yang lebih memahami soal NFT dan peluang bisnis di dalamnya.

    Nah, untuk kalian yang berniat untuk mengoleksi aset digital NFT. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, ada baiknya untuk mengetahui beberapa hal terlebih dahulu, seperti yang dilansir dari Zipmex, diantaranya

    • Pastikan anda memahami lebih dalam mengenai sistem aset kripto
    • Beli aset yang berpotensi memiliki nilai semakin tinggi diwaktu yang akan datang.
    • Pastikan aset yang diinvestasikan tergolong unik dan belum banyak dimiliki orang lain. Hal ini untuk menjaga nilainya, karena makin unik dan langka sebuah aset maka makin mahal pula harga NFT nya.
    • Bagi pemula, persiapkan mental yang matang, jangan terburu-buru dan jangan langsung melakukan investasi dalam jumlah besar.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini