Digilife

Tokopedia Beberkan Data Transformasi Digital UMKM

  • 25 March 2021
  • Bagikan :
    Tokopedia Beberkan Data Transformasi Digital UMKM

    Foto: Tokopedia

    UZone.Id – Tokopedia, platform jual beli digital paparkan hasil penelitiannya dengan LPEM FEB UI dan didukung oleh Katadata terkait pemetaan posisi UMKM di masa transformasi digital pada Konferensi Pers Virtual pada 24 Maret 2021.

    Konferensi pers virtual ini dibuka oleh sambutan dari Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi. Ia menyampaikan bahwa nilai valuasi digital diprediksi mencapai USD124 miliar pada 2025.

    “Sudah saatnya UMKM memanfaatkan platform digital untuk mendorong bisnisnya, seperti di Tokopedia” ujarnya.

    Terdapat beberapa temuan penting dari hasil penelitian antara Tokopedia dan LPEM FEB UI terkait penyebaran adopsi digital di berbagai provinsi di Indonesia, perubahan dan konsistensi pola perilaku konsumen, serta mengidentifikasi jumlah penjual dan pengguna Tokopedia di Indonesia.

    Per Februari 2021, hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 dari 10 pelaku usaha mengalami kenaikan volume penjualan sebesar 133%. Kenaikan ini didukung oleh jumlah pengguna aktif yang mencapai 100 juta serta tingkat adopsi digital dari konsumen yang terus menggunakan platform Tokopedia.

    Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa transaksi digital di provinsi di luar Jawa cukup berkembang walaupun pandemi COVID-19 melanda.

    Disebutkan Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan mengalami peningkatan jumlah pelaku usaha terbesar masing-masing sebesar 144,6 persen, 73,4 persen, dan 73,3 persen.

    UMKM juga didorong untuk memanfaatkan era transformasi digital ini untuk memajukan bisnisnya. Direktur Kebijakan Publik Tokopedia, Astri Wahyuni menyampaikan bahwa perilaku konsumen yang telah berubah ini akan menjadi konsisten.

    “Konsumen akan tetap berbelanja online walau pandemi berakhir, dari survei 60% responden menjawab mereka akan tetap berbelanja online karena sudah menjadi kebiasaan” ujarnya.

    Tokopedia sendiri juga telah mendukung UMKM untuk mengembangkan bisnisnya melalui fitur Tokopedia Seller yang memudahkan penjual melihat ringkasan penjualan dan dashboard secara online, fitur voucher toko, bebas ongkir, dan pemasangan iklan.

    “kuncinya adalah kolaborasi. Adopsi ini terjadi dari dua sisi, maka Tokopedia menjaga cara agar kedua sisi tetap menggunakan platform digital. Tokopedia sendiri akan terus berusaha memenuhi kebutuhan dari pihak penjual dan pembeli”.

    Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki pun menyampaikan visi dan misi yang selaras dengan Tokopedia yaitu meningkatkan adopsi digital.

    Target Kementerian Koperasi dan UKM sendiri adalah 30 juta pelaku UMKM yang dapat masuk di ekosistem digital pada tahun 2023.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini