icon-category Digilife

Twitter Buka Suara Soal Kabar Kebocoran Data di Platformnya

  • 12 Jan 2023 WIB
Bagikan :
Ilustrasi foto: Edgar Moran/Unsplash

Uzone.id – Twitter akhirnya buka suara mengenai dugaan kebocoran data yang menimpa platformnya pada Desember lalu.

Setidaknya 400 juta data pengguna–termasuk yang terbaru 200 juta email pengguna, bocor dan dijual oleh salah satu hacker bernama Ryushi.

Dilansir dari Reuters, Kamis, (12/01), pihak perusahaan membantah adanya pencurian data dari sistem Twitter.

“Tidak ada bukti bahwa data yang baru-baru ini dijual secara online diperoleh dengan mengeksploitasi kerentanan sistem perusahaan,” kata pihak Twitter.

Sebelumnya, Twitter memang mengakui kalau 5,4 juta akun disusupi bug tahun lalu, tapi telah diperbaiki dan kasusnya pun sudah selesai.

Baca juga: ABG Bunuh Bocah di Makassar, Terpengaruh Situs Jual Beli Organ di Yandex

Twitter pun menambahkan kalau kebocoran sebanyak 600 juta data yang diklaim si hacker tersebut tidak ada kaitannya dengan masalah bug tersebut. tidak bisa dikaitkan dengan insiden sebelumnya atau dengan insiden baru apapun.

“Tidak ada bukti kalau data yang dijual secara online diperoleh dengan mengeksploitasi kerentanan sistem Twitter. Data tersebut kemungkinan merupakan kumpulan data yang sudah tersedia untuk umum secara online lewat berbagai macam sumber,” tulis Twitter.

Baca juga: Instagram Depak Fitur Shopping dari Menu Utama

Desember lalu, seorang hacker dapat memperoleh akses ke lebih dari 400 juta email dan nomor ponsel pengguna, dan mengatakan kalau data tersebut berasal dari kerentanan pada Januari 2022 lalu di Twitter.

Sementara itu, soal kevalidan data-data tersebut, seorang analis bernama Hudson Rock melakukan pengujian dan mengatakan kalau sampel yang bocor ini tampaknya sah walaupun ia tak dapat sepenuhnya mengklaim kebenaran 400 juta pengguna di database tersebut.

Cek informasi menarik lainnya di Google News

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini