icon-category Telco

Urusan Operator Seluler, Warga Indonesia Sering Pindah ke Lain Hati

  • 27 Dec 2021 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi foto: Kelli McClintock/Unsplash

    Uzone.id – Persaingan di pasar telekomunikasi Indonesia memang dikenal cukup sengit, bahkan untuk urusan menjaga pelanggan setianya. Nyatanya, pengguna di Indonesia cukup sering gonta-ganti operator seluler.

    Temuan ini berasal dari perusahaan analitik seluler Opensignal. Melalui laporannya yang bertajuk ‘Amid rising competition, Indonesian mobile operators need to focus on retaining their high-values users’, Opensignal membeberkan kebiasaan unik dari pengguna di Indonesia dan data menarik yang berkaitan dengan lima pemain besar operator Tanah Air.

    Opensignal menemukan, pasar ponsel di Indonesia didominasi oleh pengguna prabayar. Artinya, pengguna Tanah Air dapat dengan mudahnya mengganti operator seluler yang digunakan jika mereka merasa tidak memuaskan.

    Hal inilah yang dianggap menimbulkan tekanan kompetitif kepada Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, Smartfren, dan 3 Indonesia.

    Baca juga: Tarif Internet Broadband di Indonesia Mahal?

    Di dalam riset tersebut dinyatakan, sebanyak sepertiga pengguna ponsel yang berpindah operator merupakan pengguna bernilai tinggi yang harus dipertahankan agar terus menjadi pengguna dalam masa jangka panjang.

    Jika melihat pada kebiasaan konsumsi data per bulan dari seluruh pengguna secara umum, pengguna Indosat adalah yang terbanyak, yakni 17,7 persen, disusul oleh pengguna 3 di angka 16,5 persen. Kemudian diikuti oleh Telkomsel sebanyak 16,4 persen, XL 15,4 persen, dan Smartfren 14,6 persen.

    Temuan mereka mengklaim kalau rata-rata pengguna yang berganti operator adalah yang menggunakan data seluler lebih rendah.

    “Perbedaan rata-rata penggunaan data bulanan dari mereka yang ganti operator dibandingkan semua pengguna secara umum sangat bervariasi. Ada perbedaan terkecil pada XL sebanyak 6,3 persen, Telkomsel 9,2 persen, Indosat 12,7 persen, Smartfren 17,5 persen, dan 3 sebanyak 19,3 persen,” lanjutnya.

    Selain penggunaan bulanan, Opensignal juga menganalisis pemakaian data harian sebelum pengguna berpindah operator seluler agar perusahaan telekomunikasi semakin paham tipe pelanggan yang meninggalkan mereka – yang hemat data atau pakai banyak data.

    Baca juga: Trafik Data Naru 2022 Naik 10 Persen, Smartfren Tambah 15 Persen

    Secara logis, mereka yang pakai data lebih tinggi akan menghabiskan lebih banyak waktu menggunakan operator seluler mereka. Secara rata-rata, sepertiga pengguna yang berganti operator tergolong bernilai tinggi, sebab rata-rata konsumsi data mereka lebih dari 500 MB per hari.

    Terungkap, pangsa pengguna yang berganti operator bernilai tinggi berkisar 28 persen pada 3 Indonesia dan 33,2 persen pada Indosat.

    “Kami melihat bahwa operator dengan rata-rata penggunaan data seluler bulanan yang lebih tinggi cenderung memiliki pangsa pengguna lebih besar yang mengonsumsi banyak data,” tutur Opensignal.

    Dari sini, Opensignal merangkum bahwa Indosat adalah operator dengan pangsa terbesar, sebanyak 39 persen, diikuti oleh Smartfren 38,5 persen, 3 sekitar 35,7 persen, XL 34,4 persen, dan Telkomsel 34,3 persen.

    “Karena pengguna yang menggunakan data lebih tinggi akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan operator seluler maka analisa kami, operator perlu meningkatkan pengalaman jaringan selulernya agar terus mempertahankan pelanggan bernilai tinggi, serta menarik pelanggan pesaing mereka,” tutup Opensignal.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini