
Sutradara Joko Anwar mengungkapkan kekesalan atas tindakan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang menegur 14 program siaran. Di antara program tersebut adalah kartun Spongebob Squarepants Movie dan promo film Gundala.
Pada Senin (16/9), Joko Anwar yang baru saja tuntas menggarap Gundala sebagai awalan Jagat Sinema Bumilangit turut menyerukan tagar #BubarkanKPI. Di rangkaian cuitan di Twitter, ia sempat memberi penjelasan terkait teguran KPI itu.
[Gambas:Twitter]
Menyusul unggahan pertama itu, Joko Anwar berkata, "Promo Gundala kena sanksi KPI Pusat karena ada dialog bilang 'bangsat'. Bangsat artinya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia," sebelum menampilkan tangkapan layar yang menjelaskan arti kata 'bangsat' tersebut.
|
Adanya kata 'bangsat' dalam salah satu dialog film Gundala mendatangkan teguran dari KPI. (dok. Bumilangit Studios/Legacy Pictures)
|
Joko Anwar melanjutkan menuangkan kekesalan di Twitter. Menyusul penjelasan tentang kata 'bangsat', ia mengungkapkan penilaiannya terhadap KPI selaku lembaga.
"Kalau ada lembaga yang anggap tontonan kayak SpongeBob melanggar norma kesopanan, lembaga itu nggak layak dipercaya menilai apapun di hidup ini," tulis Joko Anwar.
Senada seperti Joko, warganet juga menilai KPI lebih baik dibubarkan. Mereka pun membandingkannya dengan adegan-adegan yang ditampilkan sinetron dan menganggap teguran KPI itu salah sasaran.
Berita Terkait