icon-category Entertainment

Gigi Hadid: Menjadi Keturunan Palestina Sangat Berarti untuk Saya

  • 20 Nov 2018 WIB
  • Bagikan :

    Gigi Hadid menanggapi kritikan foto dirinya saat menjadi model cover majalah Vogue Arabia pertama pada Maret 2017 lalu saat sedang di Australia, Sabtu (17/11).

    Kala itu, Gigi dinilai kurang merepresentasikan perempuan dan kultur dari Arab. Dalam foto cover tersebut, Gigi Hadid tampil eksotis mengenakan clad bertabur kristal yang dibuat khusus oleh Brandon Maxwell.

    Pada Sabtu (17/11), saat model berusia 23 tahun itu mengunjungi Sydney, Australia untuk mempromosikan kampanye Be More Human bersama Reebok, Gigi diminta untuk memberikan pidato. Ia pun menceritakan tentang pengalamannya saat menjadi model cover majalah Vogue Arabia yang menuai banyak kritikan.

    “Saat saya foto cover untuk majalah Vogue Arabia, saya tidak terlihat seperti orang Arab untuk mewakili perempuan-perempuan di sana, meskipun saya setengah keturunan Palestina. Saya orang Palestina dan juga orang Jerman. Meskipun saya memiliki rambut pirang, saya masih membawa nilai leluhur saya dan saya menghargai nilai-nilai tersebut,” ungkap Gigi yang dilansir dari Yahoo.

    Gigi Hadid yang merupakan anak dari model asal Jerman Yolanda Hadid dan seorang pengusaha properti asal Palestina, Mohamed Hadid, mengaku ketika menerima berbagai kritikan tersebut, ia didukung penuh dan dihibur oleh kekasihnya Zayn Malik yang juga memiliki darah campuran.

    “Saya juga menceritakan hal ini kepada kekasih saya. Ia juga berdarah campuran antara Pakistan dan Inggris. Hal ini selalu terjadi. Ketika Anda berdarah campuran, Anda berasal dari dunia yang berbeda. Anda akan bisa melihat bagaimana mereka memperlakukan satu sama lain dan Anda bisa menjadi jembatan penghubung di antara keduanya,” ungkap Gigi yang dilansir dari Daily Mail.

    Meski menerima banyak kritikan, namun Gigi tetap bangga bisa menjadi model cover majalah Vogue Arabia. Ia mengungkapkan hal tersebut di akun Instagram miliknya.

    “Menjadi keturunan Palestina adalah hal yang sangat berarti bagi saya. Saya berharap majalah ini dapat menunjukkan sisi lain dari industri fashion yang memiliki keinginan untuk menerima, merayakan, dan bekerja dengan semua orang. Membuat banyak orang merasa memiliki sosok panutan dari dunia fashion, serta ada momen-momen yang berkorelasi dengan kehidupan masyarakat yang bisa dipelajari,” tulisnya.

    Saat melakukan pidato di Australia, Gigi juga menceritakan tentang tekanan bekerja di industri fashion dan tuntutan untuk selalu terlihat sempurna. Ia juga berbagi kisah tentang pengalamannya menjadi sosok panutan untuk generasi muda.

    “Terlepas dari siapa diri Anda, atau apapun yang Anda lakukan, Anda selalu diperbolehkan untuk memberi ruang bagi diri Anda untuk melakukan kesalahan, belajar, dan berkembang. Saya adalah manusia, seseorang yang bisa melakukan kesalahan. Tapi saya masih bisa belajar dan berkembang dan menjadi lebih baik,” tuturnya.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini