
-
Ilustrasi (Foto: Dok Telkomsel)
Baca juga: Telkomsel Ngebet Ingin Pertama Gelar 5G di Indonesia
Rata-rata penggunaan data bulanan konsumen di wilayah ini diperkirakan akan meningkat dari 5GB tahun lalu menjadi 11GB pada 2024. Pada saat yang sama, penggunaan data bulanan rata-rata global diperkirakan akan mencapai 9,98 GB pada 2024.
Jelas, peluncuran dan adopsi 5G akan memiliki konsekuensi yang signifikan bagi bisnis - yang tidak hanya perlu mempersiapkan realitas baru tetapi juga mengeksplorasi bagaimana mereka dapat memanfaatkan teknologi untuk menyenangkan pelanggan.
Baca juga: Siapa Butuh 5G di Indonesia?
"Dengan bantuan latensi rendah, keandalan tinggi, dan throughput yang lebih besar, 5G akan menciptakan permintaan dan peluang melalui platform seperti internet of things (IoT), virtual reality (VR), dan robotika," kata GlobalData Telecom Market Data dan Analis Penelitian Intelijen Ramya Sindhu-Jetty, seperti dikutip Uzone.id.
Menurut Sindhu-Jetty, 5G diharapkan memengaruhi segmen seperti mobil, manufaktur, dan IoT. Untuk mendukung kebutuhan bisnis, analis GlobalData menyoroti bahwa operator seperti China Telecom ingin menciptakan ekosistem cloud, kecerdasan buatan, dan 5G yang kuat.