icon-category Digilife

Oops, Logo Baru Facebook Diledek CEO Twitter

  • 06 Nov 2019 WIB
  • Bagikan :

    (CEO Twitter Jack Dorsey/Foto: dok. The Hill)

    Uzone.id — Facebook baru saja mengubah logo untuk layanan digitalnya dengan desain tulisan serba huruf besar dan sentuhan warna-warni. CEO Twitter Jack Dorsey malah sempat-sempatnya meledek logo ini.

    Logo baru Facebook yang menjadi “FACEBOOK” dibikin dengan tujuan untuk membedakan layanan aplikasinya dengan perusahaan Facebook. Embel-embel “FACEBOOK” juga nantinya akan hadir di aplikasi lain yang dipayungi oleh Facebook, seperti Instagram, WhatsApp, dan Messenger.

    Baca juga: Facebook Punya Logo Baru

    Memang dasar bos Twitter, ternyata meledek atau sarkasin hal lain melalui cuitan turut Dorsey lakukan, bukan cuma warga Indonesia aja.

    Dorsey memang sama sekali gak menyebut Facebook dalam cuitannya, tapi dia meledek logo itu dengan twit begini:

    Cuitannya itu tentu meledek logo baru Facebook dengan belagak mengganti brand Twitter juga dengan huruf serba kapital menjadi Twitter.

    Twit Dorsey langsung mendapat tanggapan dari netizen. Ada puluhan ribu likes dan lebih dari 2 ribu retweet. kebanyakan turut menertawakan logo Facebook, hingga memberikan desain baru untuk Twitter seperti halnya logo Facebook.

    Dorsey belakangan memang sedang gencar-gencarnya mengkritik Facebook dan CEO Mark Zuckerberg. Mulai dari komentar soal manipulasi Zuckerberg saat menceritakan awal mula berdirinya Facebook yang mendadak dikaitkan dengan Perang Irak, hingga sikap Twitter terhadap iklan politik.

    Baca juga: Zuckerberg Dikecam Karyawannya Gara-gara Iklan Politik Facebook

    Facebook beberapa waktu lalu secara terbuka mengizinkan adanya iklan politik yang akan terpampang di dalam layanannya. Iklan politik tersebut bisa dibuat oleh politikus manapun yang ingin mengunggah apapun tentang dirinya, tak peduli apakah itu akurat atau hoaks.

    Menanggapi hal ini, Twitter kemudian mengumumkan bahwa perusahaan teknologi itu siap memblokir iklan-iklan politik di dalam layanannya. Menurut Dorsey, pesan politik harus dihasilkan sendiri, bukan digiring.

    Cek berita dan artikel yang lain di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini