icon-category Health

Nama Menentukan Nasib.. Mitos atau Fakta?

  • 16 May 2017 WIB
Bagikan :

Kecil kemungkinan Amerika Serikat akan memiliki seorang presiden dengan nama Mercedes, Diezel atau Spontaniouse. Penelitian menunjukkan memberi nama non-tradisional kepada bayi dapat mengganjal nasibnya di kemudian hari, membatasi pekerjaan dan prospek sosial.

Penulis buku 'Little of Bogan Baby Names', Sabrina Rogers-Anderson mengungkapkan ada tren orang tua untuk memberi nama bayi mulai dengan nama tradisional terbalik hingga yang mengandung apostrof (tanda penyingkat) acak. Dia meyakini sebuah nama non-tradisional dapat mempengaruhi masa depan anak-anak.

Pendapat ini didukung beberapa studi lainnya dari berbagai penjuru dunia. Seperti dilansir nypost.com, beberapa studi menemukan korelasi antara nama non-tradisional dan pekerjaan, hasil sosial dan ekonomi. Penelitian pertama dilakukan pada tahun 1948 ketika Harvard University mengamati kehidupan 3.300 lulusannya. Hasil penelitian menunjukkan mereka yang memiliki nama tidak biasa lebih berpotensi gagal dalam studi atau mengalami pengalaman psikologis negatif.

Sejak itu, penelitian yang tak terhitung jumlahnya menyampaikan temuan serupa mulai dari nama mempengaruhi pilihan karir, nilai sekolah, potensi penghasilan dan faktor kualitas kehidupan lainnya.

Menurut ahli, nama yang terdengar seperti berasal dari keluarga dengan status sosioekonomi rendah dapat membuat orang lain menarik kesimpulan negatif atau tidak menarik. Peneliti Universitas Northwestern David Figlio mengatakan orang mengambil isyarat bawah sadar tentang orang lain berdasarkan nama mereka karena evolusi.

"Kami berusaha mencari tahu dalam sekejap apakah kami ingin mempercayai seseorang atau apakah kami ingin lari dari seseorang," kata Figlio kepada LiveScience.

Penelitian Shippensburg University menemukan korelasi antara nama depan yang populer dengan tingkat perilaku. Anak-anak dengan nama yang tidak biasa, tidak umum atau tidak populer lebih cenderung terlibat dalam perilaku negatif.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Social Psychology pada tahun 2012 menyebutkan banyak informasi yang dengan cepat dideteksi otak.

"Sebuah nama mengaktifkan seperangkat informasi semantik- mulai dari konotasi usia pembawaan hingga kompetensi intelektual, ras, etnis, kelas sosial - yang berdampak pada pembentukan dan evaluasi kesan."

Peneliti Universitas San Diego Jean Twenge mengatakan nama sangat terkait dengan identitas pribadi dan tingkat self-content.

"Orang-orang yang sangat tidak menyukai nama mereka - dan juga jika orang lain menganggapnya sebagai nama aneh dan mustahil-  dapat menyebabkan sejumlah masalah," kata Twenge.

"Mereka cenderung tidak menyesuaikan diri dengan baik."

Rogers-Anderson mengatakan pengusaha mengatakan kepadanya bahwa mereka cenderung mengabaikan aplikasi dari orang dengan nama tidak umum.

"Mereka bilang mereka tidak bisa tidak menilai seseorang berdasarkan nama mereka. Mereka akan mengabaikan CV dengan nama bogan di atasnya. Kedengarannya mengerikan tapi sepertinya itulah jalan dunia. "

Seperti username Instagram yang belum diambil, nampaknya beberapa orang tua bertekad memberi nama spesial untuk anak mereka. Menurut Rogers-Anderson, tren yang berkembang menggunakan nama tradisional, namun dengan mengubah ejaannya.

Selain itu nama yang juga populer adalah ejaan nama umum atau kata mundur untuk memberikan kesan eksotis. Beberapa contohnya adalah Trebor, atau Robert dengan ejaan terbalik dan Legna yang merupakan ejaan terbalik Angela.

Dalam sebuah studi di New York University, para periset menemukan orang-orang dengan nama yang lebih mudah diucapkan berpeluang besar mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

"Bila kita bisa memproses informasi dengan lebih mudah, bila lebih mudah dipahami, kita akan menyukainya," kata Psikolog Adam Alter kepada Wired.

Seiring berjalannya waktu, nampaknya banyak orang tua menyesali ejaan nama yang dipilihnya. Survei di Inggris terhadap 3.000 orang tua menunjukkan 20 persen dari jumlah tersebut menderita karena ejaan aneh atau tidak biasa yang mereka pilih.

  

Cek informasi menarik lainnya di Google News

Tags : Bayi Nama Studi Mitos Fakta 

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini