icon-category Gadget

Review Galaxy Buds+, Baterai Lebih Lama, Suara Lebih Bagus, Tapi Gak Pake Mahal

  • 03 Apr 2020 WIB
  • Bagikan :

    Uzone.id - Sudah banyak True Wirless Stereo (TWS) beredar di pasaran, Galaxy Buds besutan Samsung adalah salah satunya. Kebetulan setelah memakai setahun terakhir, saya menjajal kembali versi terbarunya Galaxy Buds+. Apa yang berubah? berubah jadi baik atau buruk? Simak ulasannya berikut ini.

    Terus terang ini saya lebih banyak menggunakan Galaxy Buds saat beraktivitas di luar, seperti saat di kendaraan umum, kafe atau tempat olahraga. Walaupun ada fitur noise cancellation, tapi saya gak pernah puas dibuatnya. Ketika, Samsung memperbarui menjadi Galaxy Buds+, saya berharap lebih.

    Desain

    Sebelum memulai pengalaman menggunakan Galaxy Buds+ selama sepekan terakhir, mari kita bahas sedikit soal desainnya. Ya, walaupun kalau dilihat secara sekilas, seperti tidak ada bedanya. Bentuknya masih khas seperti generasi pertama.

    Samsung mengemas dalam tiga ukuran ujung telinga dan juga memberi pilihan kait telinga berbahan silikon untuk membantu Galaxy Buds Plus menempel dengan aman ke telinga. Sebenarnya, dari Galaxy Buds pertama pun untuk kenyamanan tidak ada masalah.



    Kasingnya pun gak jauh berbeda, tapi sekarang Galaxy Buds+ sudah mendukung fitur wireless charging. Jadi gak perlu report-report beli aksesoris terpisah seperti TWS merek Apple.

    Perubahan mendasar dari desainnya, kini Galaxy Buds+ punya tiga mikrophon untuk menunjang fiturnya. Sementara Galaxy Buds generasi awal hanya dua mikrofon saja.

    Galaxy Buds Plus punya tiga pilihan warna yang berbeda, terdiri dari Hitam, Putih dan Biru. Oh ya, Walaupun disebut lebih ringan dari Galaxy Buds pertama, terus terang saya tidak merasakan perbedaan saat dipegang atau dipasangkan di telinga.

    Fitur lebih baik

    Mempunyai tiga microphone di Galaxy Buds+, membuat saya ketika menerima panggilan telepon menjadi lebih jelas. Ini sangat membantu banget, ketika saya harus menjawab atau berbicara jadi tidak perlu harus bersuara lebih kencang, karena lawan bicara tidak mendengar terlalu jelas.



    Fitur ambient sound memang jadi jauh lebih baik dibandingkan pendahulunya. Apalagi antar muka di Galaxy Wearebles di Android, fitur ini di-highlight untuk menunjukan bahwa menjadi salah satu andalan agar penggunannya tetap waspada saat mendengarkan musik atau suara terhadap lingkungan sekitar.



    Pilihannya pun bisa diatur dengan kondisi diinginkan, mulai dari rendah, medium ataupun sangat kuat.

    Ya, saya tahu agak disayangkan di Galaxy Buds+ ini tidak menyertakan active noise cancellation. Tapi bukan berarti tidak bagus, karena  dalam beberapa kali pengujian pun tetap nyaman untuk mendengarkan musik, tapi tetap bisa waspada. Intinya lebih bagus dan jelas dari Galaxy Buds pertama.

    Perintah yang bisa dilakukan melalui touchpad sebenarnya tidak banyak berubah. Beberapa diantaranya:

    • Ketuk 1x pada Panel Sentuh : Memutar dan menjeda track lagu. Tekan 1x lama untuk mengaktifkan Bixby.
    • Ketuk 2x pada Panel Sentuh : Untuk memutar track lagu berikutnya selama pemutaran.
    • Ketuk dan Tahan pada Panel Sentuh : Untuk mengontrol volume.
    • Dan masih banyak lainnya.


    Nah, menariknya panel sentuh ini kini mendukung aplikasi Spotify. Jadi melalui aplikasi Galaxy Wearable, kita bisa mengatur agar ketika melakukan ketukan sekali bisa langsung membuka aplikasi musik streaming tersebut.

    Pengalaman suara

    Berbicara soal kualitas suara, ini sebetulnya subjektif. Tergantung juga kualitas musik atau video yang kalian dengarkan. Tapi sejauh ini, 2-ways dynamic yang terdiri dari woofer dan tweeter yang dibenamkan, sebetulnya sudah sangat lebih dari cukup.

    Kalian yang gak ngerti-ngerti banget soal mengatur suara secara manual, di aplikasi Galaxy Wearable sudah sangat membantu.

    Saat memindahkan ke fitur Bass, langsung berasa bass-nya pas dengan ketebalannya. Gak sampai berlebihan. Pun demikian saat diatur ke posisi `penambahan trebel, tingkat suara yang dikeluarkan sangat pas.



    TWS ini pun bisa diajak melow-melow, maksudnya ketika posisi di fitur lembut, suara yang dihasilkan pun mengalun sesuai dengan telinga yang ingin didengarkan.

    Oh ya, melalui aplikasi Galaxy Wearable juga, kamu bisa menjajal fitur yang sedang diujicobakan. Yakni, ekstra ambien untuk melindungi lebih kuat dari suara di sekitar. Lalu, ada mode game.

    Walaupun, saat digunakan saat bermain game masih ada delay yang lumayan berasa. Bisa dimaklumi karenanya masih dalam uji coba bukan?

    Kesimpulan

    Dengan harga gak sampai Rp 2 juta, Galaxy Buds+ ini masih oke untuk dibawa, apalagi kalian pengguna ponsel Samsung, ekosistem yang ditawarkan juga lebih maksimal.

    Untuk di kelasnya, audio yang ditawarkan Galaxy Buds Plus tidak jelek, pas dan bisa bersaing dengan kuat. Disarankan sih untuk mendengarkan lagu-lagu mengandalkan bass kuat.


    Walaupun cuma dibekali IPX2, ya masih okelah untuk dibawa ke pusat kebugaran atau gym. Walaupun tetap harus berhati-hati saat berkeringat ketika berolahraga.

    Oh ya, daya tahan baterainya yang bisa sampai 11 jam juga lompatan luar biasa agar Galaxy Buds+ bisa digunakan lebih sering lagi.

    Tidak hadirnya active noise cancellaction bukan masalah besar. Karena fitur ambient sound sudah lebih dari cukup untuk kita mendengarkan suara dari lingkungan sekitar.



    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini