
-
Uzone.id - Pandemi Covid-19 menyebabkan tekanan di hampir semua lini bisnis Tanah Air. Tak terkecuali dengan perusahaan rintisan (startup) yang kecil atau sudah menyandang status unicorn atau bervaluasi di atas USD1 miliar.
Meski demikian, menurut Victoria Venny selaku Analis MNC Sekuritas, beberapa startup justru cukup resilience (tahan) meski pandemi Covid-19 masih terjadi, khususnya startup yang bergerak di sektor pendidikan, kesehatan, dan ritel makanan.
Kebijakan bekerja dan belajar dari rumah menjadi katalis positif bagi startup di sektor tersebut.
“Memang beberapa perusahaan rintisan masih memiliki potensi yang bagus. Namun jika investor ingin masuk ke perusahaan rintisan, kita harus melihat valuasinya terlebih dahulu. Apakah valuasinya mahal atau murah,” terang Venny.
Baca juga: Gokada, Ojek Online dari Nigeria
Bahkan Astra juga sudah berinvestasi di Gojek sebanyak dua kali.
Contoh lainnya adalah PT. Telkom Tbk. BUMN telekomunikasi ini sudah memiliki beberapa perusahaan rintisan yang menjadi mitra binaan mereka, di antaranya Qlue, Kredivo, PrivyID, Nodeflux, Kata.ai, eFishery, ChatAja, hingga Anchanto.
Sementara itu BRI melalui BRI Ventures, Program Dana Ventura Sembrani Nusantar ini melakukan investasi di perusahaan rintisan.
Pendanaan akan difokuskan untuk seed-growth stage yang terdiri dari seed funding dan pendanaan awal Seri A (Series A). Dengan dana Rp 300 miliar, Dana Ventura Sembrani Nusantar akan mencari perusahaan 10-15 startup di early stage pada sektor finansial, pendidikan, agro maritim, ritel, transportasi, dan kesehatan.