
Tim yang beranggotakan ilmuwan internasional mendapat bukti terkait prediksi Einstein mengenai apa yang terjadi pada bintang yang melintasi lubang hitam supermasif.
Bukti ini didapatkan setelah para peneliti melakukan pengamatan terhadap bintang S2. Setelah melalui pengamatan selama 20 tahun, mereka akhirnya berhasil membuktikan terjadinya peningkatan kecepatan orbit bintang lebih dari 25 juta kilometer per jam ketika bintang itu mendekati lubang hitam.
Panjang gelobang bintang tertarik ketika berusaha melepaskan diri dari tarikan gravitasi lubang hitam supermasif. Bintang itu pun lantas berubah warna dari biru menjadi merah, seperti dijelaskan Odele Straub dari Observatorium Paris.
Tahunan pengamatan
Bintang ini dipilih sejak para peneliti melakukan pengamatan di bagian tengah galaksi Bima Sakti. Bintang S2 dipilih karena sebelumnya mereka memperkirakan bintang ini akan melintasi lubang hitam pada 2018, 16 tahun sejak pertama kali para peneliti mengamati bintang tersebut.
Namun, sebelum S2 ditemukan, pengamatan untuk membuktikan pergerakan bintang di sekitar lubang hitam supermasif telah dilakukan sejak 26 tahun lalu menggunakan Teleskop Sangat Besar (Very Large Telescope).
Setelah pembuktian ini, para peneliti berharap bisa mengobservasi teori lubang hitam lainnya, jelas Straub.
"Ini adalah langkah pertama dari perjalanan panjang yang telah dilakukan tim pengamat selama tahunan dan kami berharap bisa meneruskannya tahun depan," jelas pimpinan tim peneliti, Reinhard Genzel.