home ×
Startup

2020, Sakoo Dibanjiri UMKM yang Ingin Integrasi Toko Online

18 December 2020 By
2020, Sakoo Dibanjiri UMKM yang Ingin Integrasi Toko Online
Share
Share
Share
Share

 

Uzone.id - Para pemilik toko online kerap kewalahan mengelola channel jualannya yang tersebar di berbagai markeplace. Bayangkan, di Indonesia ada lebih dari 5 marketplace yang bisa digunakan untuk jualan. Butuh waktu dan effort lebih untuk bisa mengelola semua channel yang ada.

Di Sakoo, semua channel itu bisa disatukan. Mulai dari stok produk, sampai pesanan yang masuk, bisa langsung diladeni tanpa harus membuka marketplace yang dituju satu per satu. Satu akun di Sakoo berisi semua channel jualan yang ada di Lazada, Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak.

Artinya, saat pesanan masuk bersamaan dari empat marketplace di atas, tinggal buka akun di Sakoo. Semua pesanan tersebut akan tertera di sana. Bahkan jumlah stok pun akan terupdate secara otomatis bersamaan dengan pesanan yang dibuat oleh pembeli.

"Kami menyebutnya Omni Channel Solution. Sakoo punya tiga layanan. Tidak hanya mengintegrasikan marketplace dan point of sales yang dimiliki toko, tapi kami juga membantu mereka untuk membuat webstore sendiri. Pembuatan webstore juga mudah, cukup daftar dan input nama toko, otomatis template webstore-nya akan terbuat," ujar Ismi Farida, Marketing Officer Sakoo, kepada Uzone.id, Jumat, 18 Desember 2020.

Baca juga: 4 Produk Telkom yang Bisa Dimanfaatkan UMKM Go Digital

Dikatakan Ismi, rata-rata pengguna Sakoo adalah pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Jumlah penggunanya terus bertambah, khususnya selama pandemi di tahun ini. Bisa dibilang, banyak UMKM yang kemudian memilih untuk menggunakan Sakoo untuk memanage toko online-nya yang tersebar di berbagai marketplace.

"Tahun ini terdapat peningkatan yang sangat signifikan terkait jumlah UMKM yang teregister di Sakoo. Peningkatannya sampai 500 persen. Bahkan jumlahnya melebihi target kami tahun ini. Tahun depan diharapkan penggunanya terus tumbuh," kata Ismi.

Sakoo sendiri merupakan omni channel solution yang berawal dari perusahaan rintisan binaan Telkom. Intinya, Sakoo memberikan solusi pengelolaan stok dan integrasi kanal penjualan bagi para pemilik bisnis. Sakoo adalah aplikasi web yang mengintegrasikan value chain penjualan ke dalam sistem pengelolaan stok yang dapat membantu pemilik bisnis meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam berjualan.

Sakoo menyediakan fitur - fitur yang cukup bermanfaat agar penjual bisa mengelola channel penjualannya melalui sinkronisasi channel penjualan di empat marketplace itu, mulai dari pengelolaan stok, laporan transaksi, data pelanggan, promosi, kanal penjualan/webstore, sampai katalog produk.

Baca juga: Google: Ada 6 Tantangan Memajukan Ekonomi Internet Indonesia

Pengguna tinggal mendaftar atau membuat akun di aplikasi Sakoo dengan cara mendaftarkan email atau nomor ponsel yang ada. Setelah akun Sakoo aktif, pengguna dapat mengakses dashboard di dalam akun. Silakan atur toko online anda di dalam dashboard ini dengan memasukkan nama toko, lokasi toko, dan alamat toko online (jika ada).

Di sini, pengguna juga bisa memasukkan foto-foto produk yang dijual dan jumlah stok yang ada. Informasi dan foto produk yang diunggah di Sakoo secara otomatis akan ditampilkan juga di akun penjual di Lazada, Shoppe, Tokopedia dan Bukalapak. Ketika pesanan masuk dari salah satu marketplace itu, atau dari semua markeplace secara bersamaan, maka penjual bisa mengeksekusi semua pesanan melalui Sakoo.

Dibocorkan Ismi, tahun depan Sakoo akan menambah platform marketplace yang bekerja sama. Selain Lazada, Shopee, Tokopedia dan Bukalapak, akan bertambah JD.id dan Blibli.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id