icon-category Telco

2023, Starlink Elon Musk Bakal ke Indonesia? Bisa Cek untuk Pre-order Lho

  • 20 May 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi: NASA

    Uzone.id – Pembahasan terkait orang paling kaya di dunia ini seperti nggak ada habisnya. Setelah konflik Twitter, bertemu dengan Presiden Joko Widodo, kini layanan internet satelit milik Elon Musk dikabarkan akan masuk ke Indonesia tahun depan.

    Iya, Starlink milik Elon Musk katanya akan hadir di Tanah Air pada 2023.

    Semua berawal dari cuitan di akun Twitter @SpaceX yang memang menaungi layanan Starlink ini. Admin SpaceX nggak menyebut spesifik negara Indonesia, mereka hanya memberikan tautan ke laman resmi Starlink yang menampilkan peta dunia.

    Nah, di laman ini kita bisa melihat benua atau negara secara spesifik apakah mereka sudah mendapatkan jangkauan Starlink atau belum.

    Baca juga: Warga Indonesia Diajak ke Mars sama Elon Musk, Minat?

    Starlink sendiri memberikan keterangan “Available” dengan warna biru sebagai tanda negara atau kawasan yang sudah mendapatkan internetnya serta “Waitlist” dan “Coming Soon”.

    Di beberapa negara Eropa, kawasan Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru secara jelas bisa dilihat mereka sudah mendapatkan akses Starlink.

    Kemudian tentu saja tim Uzone mengarahkan dan zoom in ke kawasan Indonesia. Di sana, keterangan yang muncul adalah “Starting in 2023” alias layanan Starlink akan dimulai pada 2023.

    Tak hanya Indonesia, negara-negara di Asia juga banyak yang menyandang status “Starting in 2023” seperti India, Myanmar, Thailand, hingga kawasan Afrika seperti Libya, Nigeria, Algeria, dan lain-lain.

    Tak hanya itu, kami juga mencoba memasukan alamat lengkap dan kode pos di kolom pencarian untuk mengecek apakah sudah bisa dipesan.

    Setelah memasukan alamat, ternyata situs Starlink langsung mengarahkan ke laman pemesanan alias pre-order.

    “Pesan sekarang untuk reservasi Starlink Anda. Starlink berencana memperluas layanan di area Anda di 2023. Ketersediaan akan bergantung pada persetujuan regulasi. Di setiap area jangkauan, pemesanan ini akan memakai sistem siapa cepat dia dapat,” begitu tulisan di laman pre-order itu.

    Lalu di bawahnya ada harga tertera sebesar USD99 atau setara Rp1,450 juta yang memiliki tenggat waktu untuk dibayar paling lambat di hari yang sama kita melakukan pemesanan. Starlink juga memberikan keterangan kalau biaya ini bisa dikembalikan secara utuh.

    Sistem pembayaran utama layanan Starlink menggunakan Apple Pay, namun tampaknya masyarakat bisa mengajukan metode alternatif.

    Gimana menurut kalian?

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini