
Kemoterapi adalah salah satu pengobatan yang diberikan pada pasien kanker. Tujuan pemberian kemoterapi pada pasien kanker adalah untuk membunuh serta menghentikan pertumbuhan sel kanker. Pemberian obat kemoterapi dilakukan dengan dua cara yaitu oral dan infus.
Namun yang paling sering adalah pemberian melalui infus. Obat kemoterapi akan menghancurkan semua sel yang sedang tumbuh, tidak hanya sel kanker, tetapi sel tubuh lain yang tumbuh normal juga akan dihancurkan.Oleh karena itu, banyak efek samping yang ditimbulkan oleh kemoterapi. Salah satu dampak buruknya yaitu menimbulkan masalah pada sistem saraf pusat dan otak.
Diperkirakan 75% pasien kanker mengalami masalah pada sistem saraf pusatnya selama mereka menjalani pengobatan. Sedangkan 35% lainnya muncul ketika mereka selesai menjalani pengobatan. Masalah dan gangguan yang timbul pada otak akibat menjalani kemoterapi dapat terjadi secara tiba-tiba (akut) ataupun perlahan (kronis).
Tidak semua perubahan kognitif dan masalah pada sistem saraf terjadi pada orang yang sedang melakukan kemoterapi. Beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan ini terjadi adalah:
BACA JUGA: Bagaimana Cara Kemoterapi Melawan Kanker?
Berikut adalah jenis obat kemoterapi yang sering kali menyebabkan masalah pada sistem saraf pusat, yaitu:
Berikut adalah berbagai gangguan otak yang bisa ditimbulkan akibat kemoterapi
Para mantan penderita kanker berisiko mengalami perubahan kemampuan kognitif mereka seperti kemampuan mengingat, konsentrasi, serta fokus setelah menjalani kemoterapi. Kondisi ini ditandai dengan beberapa gejala seperti:
BACA JUGA: Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Menjalani Kemoterapi?
Perubahan kognitif akut adalah efek yang muncul secara tiba-tiba pada otak akibat kemoterapi. Hal ini bisa terjadi ketika seseorang menjalani pengobatan kemoterapi ataupun setelah ia melewatinya. Kondisi ini tidak didahului dengan tanda dan gejala, datangnya tiba-tiba tanpa menunjukkan pola. Oleh karena itu, dalam beberapa kasus, kondisi ini bersifat hanya sementara, bisa kembali pulih dan normal seperti semula. Gejala yang timbul adalah:
Demensia adalah sebuah sindrom yang disebabkan oleh kerusakan otak dan dapat mempengaruhi kemampuan berpikir, mengingat, dan komunikasi seseorang. Penyakit Alzheimer juga termasuk dalam kelompok sindrom demensia. Tidak seperti perubahan kognitif akut, perubahan kognitif ini terjadi perlahan dan membutuhkan waktu yang cukup lama dan diperkirakan dampak tidak bisa sembuh dan kembali ke keadaan normal. Berikut adalah gejala yang ditimbulkan:
BACA JUGA: Kenapa Harus Olahraga Meski Sedang Pengobatan Kanker?
Efek kemoterapi terhadap otak dipengaruhi oleh berbagai hal dan dapat terjadi kapan saja, entah itu ketika pengobatan sedang dilakukan ataupun setelah berhasil melewati pengobatan.
Berbagai cara bisa Anda lakukan untuk mengurangi gejala yang muncul, seperti: