Home
/
Digilife

31 Ribu Email Penipuan Catut Nama Microsoft, Begini Modusnya

Kaspersky menemukan penipuan memakai Microsoft untuk mencuri data atau menyebar malware, terselubung layanan asli; waspada, pasang anti-phishing.

31 Ribu Email Penipuan Catut Nama Microsoft, Begini Modusnya

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Kaspersky menemukan kampanye penipuan email yang memanfaatkan nama dan link resmi Microsoft untuk mencuri data atau menyebarkan malware.
  • Penipu memanipulasi layanan resmi seperti Microsoft Entra dengan mengarahkan link otorisasi ke situs berbahaya.
  • Modus lainnya adalah menyisipkan pesan penipuan ke dalam email notifikasi resmi Microsoft yang sah, membuatnya sulit dideteksi.
  • Pengguna disarankan untuk selalu mengecek, tidak memberikan informasi sensitif, dan menginstal perlindungan anti-phishing.

Uzone.id — Kaspersky baru-baru ini menemukan adanya kampanye penipuan yang memanfaatkan nama bahkan link resmi milik Microsoft untuk membawa pengguna ke situs pencurian data atau memicu pengunduhan malware.

Menurut Kaspersky, lebih dari 31.000 email yang memuat link-link semacam ini telah diblokir oleh solusi keamanannya selama periode 1 Agustus hingga 18 September 2026.

Kasus ini menambah daftar modus penipuan yang menggunakan nama Microsoft. Sebelumnya, penjahat juga menggunakan mekanisme autentikasi Microsoft untuk menjebak korban mereka.

Dalam kampanye tersebut, penyerang mengirimkan email yang dibuat seolah-olah merupakan email resmi Microsoft. Isi email tersebut meminta penerima memperbarui informasi login atau menandatangani dokumen elektronik melalui tautan yang disertakan.

Beberapa email penipuan juga meminta pengguna untuk mengisi link dan memberikan tanda tangan digital terkait layanan-layanan Microsoft pengguna.

Ketika dilihat sekilas, link yang disediakan memang menggunakan layanan resmi Microsoft, seperti Microsoft Entra. Tapi, penyerang mengatur agar pengguna kemudian dialihkan ke situs berbahaya milik mereka.





Lewat modus ini, penjahat terlebih dahulu membuat akun Microsoft, kemudian mendaftarkan aplikasi melalui pusat admin Microsoft Entra. Saat pendaftaran, mereka memasukkan alamat situs berbahaya sebagai tujuan pengalihan.

Alamat tersebut merupakan lokasi yang dituju pengguna setelah proses otorisasi. Dengan mengaturnya ke situs palsu, tautan layanan Microsoft ini pun menjadi pintu masuk menuju link-link penipuan.

Selanjutnya, penjahat kemudian menyebarkan tautan yang memuat identitas aplikasi dan alamat pengalihan tersebut melalui email. Ketika penerima mengkliknya, korban akan dibawa ke situs yang dirancang untuk mencuri data pribadi atau mengunduh perangkat lunak berbahaya.

Selain memanfaatkan pengalihan tautan palsu, Kaspersky menemukan cara lain yang digunakan penjahat, yaitu menyisipkan pesan palsu ke dalam email notifikasi resmi Microsoft.

Penjahat memasukkan teks penipuan pada kolom nama di pusat admin Microsoft Entra, lalu membuat akun pengguna fiktif. Setelah itu, mereka masuk ke portal Microsoft My Account dan menambahkan alamat email korban sebagai alamat cadangannya.

Dengan cara ini, korban akan menerima email berisi kode verifikasi yang tidak pernah mereka minta. Pesan palsu yang sebelumnya dimasukkan penyerang ikut muncul pada subjek dan bagian tanda tangan email.






Emailnya dikirim melalui layanan resmi, tetapi sebagian isinya telah dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan penipuan, termasuk kode OTP penipuan dan link palsu.

Andrey Kovtun, Email Threats Protection Group Manager di Kaspersky, mengatakan penggunaan email resmi ini sulit dibedakan dan terlihat lebih meyakinkan.

“Hal ini memberikan tingkat kredibilitas yang berbahaya, sehingga penipuan tersebut lebih sulit dikenali. Indikator phishing konvensional sering kali tidak berlaku dalam kasus ini, sehingga sulit untuk mendeteksinya secara mandiri,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Agar pengguna terhindar dari modus penipuan ini, Kaspersky menyarankan pengguna untuk melakukan pengecekan lebih dulu dan tidak memasukkan informasi sensitif ketika ada email yang mencatut nama Microsoft. Kaspersky juga meminta pengguna untuk memasang perlindungan anti-phishing dan keamanan email untuk membantu mendeteksi ancaman semacam ini, baik pada perangkat individu maupun sistem organisasi.

 

FAQ Artikel

Apa itu kampanye penipuan Microsoft yang ditemukan Kaspersky?

Ini adalah kampanye penipuan yang memanfaatkan nama dan tautan resmi Microsoft untuk mengarahkan pengguna ke situs pencurian data pribadi atau memicu pengunduhan malware.

Bagaimana modus penipuan ini bekerja?

Penjahat membuat akun Microsoft, mendaftarkan aplikasi di Microsoft Entra, lalu mengatur situs berbahaya sebagai tujuan pengalihan tautan otorisasi. Cara lain adalah dengan menyisipkan pesan palsu (seperti kode OTP penipuan) ke dalam email notifikasi resmi Microsoft yang sah.

Mengapa penipuan ini sulit dideteksi?

Penipuan ini sulit dideteksi karena email dikirim melalui layanan resmi Microsoft. Sebagian isinya dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan penipuan, sehingga terlihat lebih meyakinkan dan indikator phishing konvensional sering tidak berlaku.

Apa yang harus dilakukan pengguna untuk menghindari penipuan semacam ini?

Pengguna disarankan untuk selalu melakukan pengecekan lebih dulu, tidak memasukkan informasi sensitif, serta memasang perlindungan anti-phishing dan keamanan email untuk membantu mendeteksi ancaman tersebut.

Vina Insyani

Vina Insyani

Jurnalis

Jurnalis yang berfokus untuk memantau tren viral di sekitar kalian serta mengulik isu yang ramai dibahas di ruang digital.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article