
Sebagai olahraga yang penuh dengan kontak fisik, sepak bola erat kaitannya dengan cedera. Cedera yang dialami pesepak bola bahkan bisa membuatnya terpaksa absen lama dari lapangan hijau atau justru meredupkan karir, seperti cedera hamstring dan cedera ACL.
Sebagian besar cedera yang dialami atlet sepakbola melibatkan pergelangan kaki dan sendi lutut, serta otot dan ligamen dari paha dan betis. Sebanyak 61-90% cedera berhubungan dengan tungkai bawah. Sedangkan untuk posisi penjaga gawang, cedera lebih sering dialami pada kepala, wajah, leher dan badan atas dibandingkan dengan bagian bawah.
Rata-rata seorang pemain sepak bola profesional bermain sebanyak 100 jam per tahun (bervariasi dari 50 jam hingga 500 jam per pemain). Diperkirakan setidaknya setiap pemain akan mengalami 1 cedera yang menghambatnya untuk bertanding setiap tahunnya. Frekuensi cedera yang tinggi ini tentu akan menambah biaya pengeluaran dari sebuah klub sepakbola.
Diambil dari laman FIFA, ada 4 cedera yang paling umum dialami oleh pemain sepakbola.
Keseleo kaki merupakan salah satu cedera yang paling sering terjadi di lapangan sepakbola. Keseleo kaki bisa terjadi pada sisi luar pergelangan kaki, ketika posisi telapak kaki berubah tiba-tiba ke dalam, atau di sisi dalam karena telapak kaki yang mengarah ke luar. Keseleo saat bermain bola bisa diakibatkan oleh hantaman antar tubuh pemain yang tidak terelakkan, salah posisi lari, atau jatuh mendarat dengan posisi yang salah. Gejalanya berupa bengkak dan nyeri pada pergelangan kaki.
ACL, alias ligamen krusiatum anterior, adalah salah satu ligamen penahan persendian lutut. Pada pemain sepak bola, cedera ACL biasanya disebabkan oleh kontak langsung seperti tackle dari pemain lawan atau karena penyebab non-kontak seperti pergerakan yang cepat dan mendarat dengan posisi yang salah.
Cedera ACL adalah salah satu yang paling ditakuti karena masa penyembuhannya bisa memakan waktu 6 bulan, yang menyebabkan seorang pemain harus absen selama setengah musim pertandingan. Contohnya adalah Holger Badstuber, pesepak bola eks Bayern Muenchen yang beberapa kali mengalami cedera ACL selama karirnya di Bundesliga. Cedera ACL yang ia alami meredupkan karirnya yang sempat bersinar.
Cedera hamstring adalah terpelintirnya otot hamstring, atau bisa juga terjadi robekan. Hamstring itu sendiri adalah tiga kelompok otot pada paha bagian belakang. Cedera ini merupakan salah satu yang paling sering terjadi di dunia olahraga. Cedera ini terjadi biasanya karena gerakan menendang seperti pada pemain sepakbola.
Cedera hamstring seringkali menjadi momok yang mengerikan karena angka kejadian berulangnya cedera ini sangat tinggi, dan waktu yang diperlukan untuk sembuh lebih panjang dibandingkan cedera hamstring yang pertama kali. Sebut saja Bastian Schweinsteiger, pemain bola timnas Jerman yang kerap kali dipertemukan dengan cedera hamstring saat berlaga sepanjang karirnya.
Sepakbola merupakan olahraga unik. Walaupun namanya “sepak” bola, Anda masih memerlukan kepala untuk mengontrol dan menyundul bola sebagai taktik permainan. Akan tetapi, pesepak bola tidak diwajibkan untuk memakai helm pelindung kepala layaknya seorang pemain hoki es, sehingga pemain sepakbola lebih rentan terhadap cedera kepala. Cedera kepala terjadi biasanya karena benturan, baik terhadap sesama pemain, tiang gawang, tanah, ataupun bola. Benturan yang terjadi dapat mengakibatkan gegar otak, cedera pada mata, ataupun keretakan tulang tengkorak.