icon-category Digilife

4 Tips Wejangan Ampuh Saat Orang Tua Gaptek Internetan

  • 24 Feb 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi foto: Raj Rana (Unsplash)

    Uzone.id - Kita pasti suka khawatir ketika orangtua atau keluarga terkasih bermain internet, baik itu sekedar mencari informasi di Google ataupun main media sosial.

    Berbeda dengan anak-anak muda, orang tua cenderung gaptek dan belum cukup mengenal teknologi. Oleh karena itu, banyak dari mereka jadi sasaran empuk penjahat siber. Orang tua cenderung menelan mentah-mentah informasi yang didapat di media sosial.

    Contoh nyata, kalian pasti sering menemukan kabar hoaks dan misinformasi yang dibagikan oleh orang tua di grup-grup keluarga? Gregetan banget rasanya ingin ngasih tahu kalau itu salah tapi bingung dan segan juga karena mereka adalah keluarga yang lebih tua.

    Nah, Google punya tips ramah nih buat kalian yang ingin mengingatkan orang tua untuk main internet dengan aman. Kalian bisa menjelaskannya sambil ngobrol santai atau saat kumpul bareng di ruang keluarga.

    Pertama, memperlihatkan lebih bagus dari sekedar memberi penjelasan.

    Kalian bisa mengajak orangtua kalian ngobrol soal teknologi, apa yang mereka tahu soal teknologi termasuk media sosial. Selanjutnya, kalian bisa praktekan ke mereka mengenai cara menggunakan aplikasi yang aman, atau mengakses website yang aman.

    Selanjutnya, biarkan mereka mencobanya sendiri dengan dampingan kalian.

    Baca juga: Waduh, 70an Juta Orang Indonesia Masih Belum Tersentuh Internet

    Kalian bisa memberi tahu dan mempraktekan soal cara melindungi akun orangtua kalian dengan membuat kata sandi yang susah untuk dibobol penjahat siber.

    Kalian bisa merekomendasikan kata sandi yang gampang diingat dan berisi kombinasi huruf kecil dan besar yang gampang mereka kuasai. Tambahkan juga angka pada sandi tersebut, bisa dengan cara mengubah huruf dengan angka agar mereka gampang mengingatnya. 

    Selain memberi pendampingan, kalian juga bisa mengetahui kata sandi orangtua sebagai jaga-jaga jika mereka lupa di lain hari.

    Kemudian, ingatkan orangtua kalian agar tidak menggunakan kata sandi yang sama ke berbagai platform. Kalau dirasa sulit, kalian bisa mengarahkan mereka untuk menggunakan pengelola sandi passwords.google.com untuk membuat dan menyimpan password.

    Kedua, jadilah sumber informasi bagi orangtua kalian.

    Karena banyak hoaks dan misinformasi yang terlihat rapi dan meyakinkan, orang tua jadi banyak terkecoh. Nah, kalian bisa ambil peran sebagai ‘sumber’ dan juga ‘pendorong’ agar orangtua memeriksa kembali kebenaran dari sebuah informasi.

    Kalian bisa mengingatkan mereka untuk tidak sembarang memposting informasi pribadi seperti nama lengkap, alamat email, termasuk jangan sembarang berbagi nomor hp apalagi nomor pengenal di ruang online.

    Ingatkan orang tua agar tidak berbagi informasi sensitif seperti rekening bank, PIN, atau kata sandi. Informasi ini hanya dibagikan di situs web terpercaya yang kalian kenal dan diakses secara langsung. 

    Agar aman, jangan sembarang membuka link bank, atau situs web yang dikirim ke email, chat WhatsApp atau SMS. Alangkah baiknya untuk membuka situs web dengan mengetik alamatnya di kolom URL browser.

    Kemudian, periksa setelan berbagi mereka di media sosial, pastikan kalian dan orang tua paham bahwa kalian membagikan sesuatu secara pribadi, publik atau ke orang tertentu.

    Ketiga, kenali dan hindari penipuan.

    Hal ini yang sering banget terjadi ke orang tua bahkan ke anak-anak muda sekalipun. Maka dari itu, Google memberi 3 aturan utama.

    Jangan gegabah, jika ada orang atau pihak yang mencurigakan menghubungi kalian, jangan tergesa-gesa dan minta penjelasan untuk menghindari jebakan mereka. Biasanya, penipu selalu menciptakan suasana panik agar melumpuhkan insting calon korban.

    Baca juga: Instagram Hadirkan 5 Fitur Ini Agar Pengguna Makin Aman

    Periksa dulu, jika kalian atau orang tua mendapat telepon atas nama pihak tertentu, segera tutup. Lalu, cari informasi tentang pihak tersebut secara langsung, kemudian hubungi pihak resmi mereka secara langsung.

    Jangan kirim/bagikan, orang atau agen yang punya reputasi baik gak pernah minta bayaran secara tiba-tiba. Maka dari itu, jika ada pihak yang minta bayaran apalagi dengan ancaman, segera hindari karena kemungkinan besar itu penipuan.

    Keempat, rehat dari internet itu penting, dear parents.

    Ketika ada insiden besar atau big news, berita-berita awal biasanya bikin bingung. Kalian bisa minta orangtua kalian untuk menunggu sejenak hingga informasi tersebut telah lengkap dan terbukti akurat. Jangan lupa, kalian juga harus siap membantu ketika mereka merasa bingung tentang suatu berita.

    Jangan biarkan orangtua kalian terus-terusan main internet sampai ke tahap sensitif dan mudah marah. Sebenarnya, ini juga berlaku untung anak-anak muda, kalau internetan dan komunikasi online secara berlebihan itu tidak baik.

    Jika orang tua di sekeliling kalian kesal karena sebuah interaksi di media sosial atau online, ingatkan mereka untuk rehat sejenak dan minta mereka untuk mengakhiri diskusi yang tak berguna.

    Kalian sebagai anak muda yang lebih paham dan melek soal teknologi punya peran besar bagi orang-orang tua di sekeliling kalian agar mereka bisa aman dalam bermain internet. Tak hanya menghindarkan mereka dari tipuan kejahatan siber, kalian juga secara tak langsung membuat mereka lebih bijak dalam bermain internet.

    Jadi, jangan segan untuk mengingatkan, menegur, dan mengajarkan keluarga kalian mengenai pentingnya menjaga keamanan saat berada di ruang digital.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini