icon-category Technology

5 Hal Menarik dari Ekspansi Go-Jek ke Negeri Singa

  • 03 Dec 2018 WIB
  • Bagikan :

    Uzone.id -- Setelah merambah ke Vietnam dan Thailand, perusahaan teknologi Go-Jek beberapa hari lalu berhasil ekspansi ke negara tetangga berikutnya, yakni Singapura.

    Ekspansi ke luar negeri tandanya harus menyesuaikan kebutuhan, kultur, dan karakteristik pengguna di negara tujuan. Aspek tersebut selama ini memang dilakukan oleh Go-Jek, seperti mengubah nama layanan mereka di Vietnam dan Thailand serta menghadirkan beberapa layanan yang sekiranya bakal laku keras di sana.

    Pun begitu dengan kehadiran Go-Jek di Singapura. Tak semuanya sama dengan apa yang berjalan di Indonesia.

    Baca juga: Gojek-Grab Perang Tarif, Pengemudi Mati di Tengah-tengah

    Berikut 5 hal menarik dari ekspansi perusahaan pimpinan Nadiem Makarim ke Negeri Singa.

    1. Nama aplikasi yang berubah

    Go-Jek mengubah nama aplikasinya menjadi GET! untuk Thailand dengan warna atribut dari para mitra pengemudinya kuning kehijauan, tak lupa dengan terjemahan bahasa Thailand untuk keterangan di dalam aplikasi.

    Sementara di Vietnam, nama Go-Jek berubah jadi Go-Viet dengan warna merah sebagai identitas atribut dan aplikasi, serta tak lupa bahasa lokal Vietnam.

    Di Singapura, Go-Jek hadir dengan nama “Gojek”, tanpa tanda strip atau dash yang memisahkan kata Go dan Jek seperti di Indonesia. Warna aplikasinya masih hijau dengan latar hitam.

    2. Tak ada layanan motor

    Meski masih mirip dengan Indonesia dari segi warna yakni hijau, logo aplikasi Gojek Singapura tidak dihiasi oleh gambar motor seperti yang selama ini kita tahu.

    Hal ini mungkin semacam mempertegas bahwa sejauh ini layanan yang hadir di Singapura adalah transportasi mobil, bukan ojek motor. Kenapa? Karena di Singapura memang tidak mengizinkan sepeda motor sebagai alat transportasi umum.

    Dengan kata lain, masyarakat Singapura dapat menikmati layanan ride sharing kendaraan roda empat, yaitu Go-Car dari Gojek seperti halnya GrabCar.

    3. Bisa pakai kartu kredit

    Selama di Indonesia, metode pembayaran Go-Jek ada dua pilihan, yaitu tunai dan cashless melalui dompet digital Go-Pay. Lalu bagaimana di Singapura?

    Berdasarkan video promosi yang diunggah di YouTube, diperlihatkan cara pemesanan Gojek di Singapura. Setelah memasukan destinasi dan lokasi penjemputan, pengguna diarahkan ke metode pembayaran. Di kolom itu, tampak pembayaran bisa menggunakan kartu kredit.

    Hal ini tentu wajar, mengingat penggunaan kartu kredit untuk layanan transportasi online di Singapura seperti halnya Uber hingga Grabcar sudah menjadi hal lumrah.

    4. Bagaimana tarifnya?

    Mengutip berbagai sumber, tarif dasar Go-Car di sana adalah 2,7 dolar Singapura (sekitar Rp28 ribu), kemudian berlanjut sekitar 65 sen per kilometer.

    Tarif tersebut terhitung sedikit di atas tarif dasar pesaingnya, Grab yang memasang di angka 2,5 dolar Singapura serta 50 sen untuk per kilometer.

    5. Masih dalam versi beta

    Meski sudah bisa dipakai secara normal, aplikasi Go-Jek di Singapura masih dalam pengembangan alias versi beta. Kabarnya, selama masa beta Gojek belum memberlakukan konsep surge pricing atau peningkatan harga di jam-jam sibuk.

    Saat ini layanan Gojek di Negeri Singa baru beroperasi di wilayah bagian timur Singapura yang mencakup Central Business District, Jurong East, Changi, Pungol, Sentosa, dan Ang Mo Kio.

    Saat ini baru layanan Go-Car yang tersedia, dan masih belum dipastikan apakah layanan lain seperti Go-Food, Go-Mart, dan sebagainya akan turut hadir di Singapura.

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini