
Uzone.id - Saat Lebaran, kamu tentu akan bertemu dengan banyak orang, mulai dari saudara, tetangga, sampai teman, untuk bermaaf-maafan. Meski sudah berusaha untuk bersikap sopan dan tidak mencampuri urusan pribadi orang lain dengan berhenti bertanya “Kapan nikah?”, kamu masih mungkin mendapat pertanyaan tersebut dalam momen silaturahmi ketika Lebaran.
Demikian menurut Pingkan C. B. Rumondor, M. Psi., psikolog di Jakarta dalam Instagram Stories-nya. Lebih lanjut, Pingkan menuliskan bahwa meski tidak bisa mengontrol orang lain, kamu bisa, kok, mengontrol reaksi kamu.Baca: Berkunjung ke Krui, Daerah Pesisir dengan Ombak Sempurna di Lampung Barat
Masih dalam rangkaian Instagram Stories yang sama, Pingkan pun membuka sesi diskusi tentang jawaban kreatif untuk menjawab pertanyaan “Kapan nikah?”. Dari hasil diskusi tersebut, Pingkan mencoba merangkum jenis-jenis jawaban yang bisa menjadi amunis’ buat kamu yang masih lajang.
Apa saja jawaban kreatif itu?
Jawaban klasik
Contoh: “Kalau enggak Sabtu, ya, Minggu.”
Jawaban modern
Contoh: “Nanti jawabannya di e-mail, ya.”
Jawaban bercanda
Contoh: “Nanti, tunggu mirip,” atau, “Besok saja, hari ini, kan, Lebaran, maaf-maafan dulu,” atau, “Nanti, tunggu cukup umur.”
Baca: 4 Tempat Menarik di China yang Layak Jadi Destinasi Liburan Kamu
Jawaban curhat
Contoh: “Belum ketemu jodoh, nih, mau bantuin cariin?” atau, “Ada, sih, yang ditaksir, tapi enggak berani mengungkapkan.”
Jawaban serius
Contoh:
Pada akhirnya, Pingkan mengingatkan bahwa kamu bisa mengontrol reaksi kamu. Di samping itu, tidak ada jawaban yang benar atau salah untuk pertanyaan “Kapan nikah?”. Masing-masind individu memiliki ritme yang berbeda, so take your time.
Baca: Tidak Mudik Saat Libur Lebaran? Ajak Saja si Kecil ke Buumi Playscape di Jakarta