
Apa mainan kesayangan Anda dulu saat masih kecil? Apakah mainan tersebut sekarang masih ada? Sering kali seiring berkembangnya jaman, berganti pula jenis mainan anak yang diedarkan di pasaran. Lalu mainan apa yang hendak Anda belikan untuk bayi Anda? Berikut beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan dalam memilih mainan anak Anda.
Mainan anak bayi dengan ukuran yang cukup besar akan mampu mencegah terjadinya tersedak pada bayi Anda maupun penyumbatan pada saluran pernapasannya. Mainan ini harus berukuran 3 cm pada lebarnya dan minimal 6 cm pada panjangnya.
Anda juga sebaiknya menghindari mainan-mainan yang mencakup bola dan koin dalam rangkaiannya. Mainan anak bayi seperti ini umumnya hanya berdiameter 4 cm, sehingga muat untuk melalui saluran pernapasan bayi Anda.
Menggunakan mainan yang merupakan turunan dari keluarga atau saudara Anda, dalam hal ini mungkin akan lebih aman dibandingkan membeli mainan yang baru. Selama mainan yang diturunkan tersebut tidak dibuat pada tahun yang terlalu lama, sehingga pewarnanya mungkin saja mengalami pengelupasan. Namun apabila Anda tetap akan membeli mainan baru, sebaiknya pastikan:
Telusuri seluruh bagian mainan tersebut dari tombolnya hingga mungkin bagian pitanya yang mudah ditarik. Bila mainan anak bayi tersebut juga memiliki kotak baterai, Anda sebaiknya telah lebih dulu memastikan kotak baterai tersebut tidak akan mudah dibuka oleh bayi Anda. Terbukanya kotak baterai ini dapat berbahaya bagi bayi Anda.
Kebanyakan mainan untuk bayi yang perlu dikendarai, biasanya akan digunakan bila bayi Anda telah mampu duduk dengan seimbang tanpa perlu dipegangi lagi. Namun lebih dari itu, kebanyakan mainan umumnya memasang stiker yang memberikan informasi mengenai usia sasaran mainan tersebut. Mainan yang perlu dikendarai seperti ini, terutama semacam mainan kuda-kudaan, sebaiknya memiliki pengaman untuk menghindari bayi terjatuh terutama bila kepalanya hingga terbentur.
Meskipun balon merupakan salah satu pernak-pernik pesta yang menyenangkan untuk anak-anak, namun ternyata balon adalah salah satu penyebab yang paling sering menyebabkan anak tersedak. Saat balon pecah, maupun saat belum ditiup, balon tersebut dapat anak masukkan ke mulutnya dan justru membuatnya tersedak. Terlebih, bahan balon yang kebanyakan terbuat dari lateks.
Selain lima tips memilih mainan anak yang telah disebutkan di atas, sebaiknya Anda juga: