icon-category Lifestyle

5 Tips Tolak Ajakan Bukber Supaya Nggak Diledek Wacana Forever

  • 28 May 2018 WIB
  • Bagikan :

    Uzone.id -- “Heh, ayok lah bukber!

    Di mana? Ayok..

    Loe kabarin gue lah bisanyakapan!

    Gue ngikutin kalian semuaaja, dech.

    Ok, ok. Nanti dikabarinlagi, ya!”

    Lalu hilang ditelan Bumi, tradisi itu pun hanya sebatas wacana.

    Kita semua tahu, warga Indonesia yang aktif di ranah internet sangatlah kreatif. Simbol khas Wakanda Forever dari film ‘Black Panther’ saja menjadi salah satu ‘korban’ plesetan menjadi wacana forever. Frasa ini pun malah semakin populer sejak bulan Ramadan, khususnya bagi mereka yang ujung-ujungnya batal mengadakan bukber.

    Bukber alias buka bersama di bulan Ramadan seakan sudah menjadi hal wajib dilakukan bagi orang-orang kebanyakan. Entah itu dari geng SMA, teman nongkrong pas kuliah, teman-teman sekelas ketika kamu kelas 3 SMP, sampai teman satu tim di kantor yang nyaris tiap hari ketemu.

    Tentu saja bukber ini dianggap sebagai momen kumpul-kumpul sekaligus temu kangen. Biasanya, di pekan kedua sampai ketiga Ramadan, wacana bukber masih ramai bergulir. Padahal, tradisi ini kalau nggak dilakukan, nggak akan nambah dosa, gaes.

    Jika kamu kebetulan tipe yang sulit menolak ajakan bukber karena nggak enak hati, well, sudah saatnya berhenti berpikiran begitu. Kalau dari awal kamu bilang bisa atau available tapi ujung-ujungnya mendadak ngebatalin, rencana ini malah terancam terkubur menjadi wacana belaka.

    Buat apa repot-repot memperpanjang diskusi “loe bisanya kapan? Mau di mana, nih gaes? Daerah A kayaknya macet banget, dech. Jangan di sana dong, mahal banget! Kalau mau di daerah B, gue bisanya minggu depan, nih, bla bla bla” kalau dari awal sudah nggak ada niat pergi?

    Daripada pusing gara-gara perkara bukber, lebih baik simak 5 tips berikut ini tentang cara menolak ajakan bukber demi terhindar dari ejekan wacana forever.

    via GIPHY

    1. Bilang saja kalau kamu sedang fokus mengejar deadline

    Bukan berarti kamu harus berbohong, tapi kalau memang kenyataannya kamu nggak bisa ikut karena banyak kerjaan, nggak ada salahnya bilang sedang sibuk di kantor. Entah itu karena mengejar deadline, lagi ribet mengurus klien, atau mengejar upah lembur biar makin kaya raya di hari Lebaran.

    Jangan cuma karena kamu nggak enak menolak ajakan, lantas kamu malah nggak senang-senang saat bertemu teman-teman. Bukannya dengerin teman curhat, yang ada kamu malah kepikiran omelan klien.

     

    2. Bilang sedang berhemat

    Dari beberapa teman yang gue tanyakan soal hal ini, mereka menjawab biasanya akan bilang apa adanya kalau memang sedang berhemat.

    Sorry to say, biasanya kalau bukber itu cenderung hedon, bakal keluar uang banyak karena teman-teman gue hobi milih tempat yang agak fancy. Daripada gue bilang bisa tapi ujung-ujungnya malah menyusahkan diri sendiri, gue sekarang nggak lagi sungkan bilang kalau lagi berhemat. Untungnya mereka ngerti, nggak langsung judge,” ucap Zaza.

     

    3. Bilang sudah ada janji

    Entah itu janji sungguhan dengan orang lain, atau janji ke diri sendiri untuk nggak keseringan pergi di bulan Ramadan, feel free untuk bilang apa adanya. Kamu nggak perlu menjelaskan sebegitu detailnya juga, kok.

    “Gue malah ngomong blak-blakan aja, gue nggak mau datang ke tempat yang mereka tuju karena gue sudah janji dengan diri sendiri untuk tetap diet meski sedang Ramadan. Hasilnya, gue akan jarang makan di luar. Untungnya, jam pulang kantor gue jadi lebih cepat, sekitar 16.30. Gue selalu bisa sampai rumah tepat waktu buka dan tetap makan masakan ibu,” tutur Indah.

     

    4. Bilang mau pulang cepat

    Beberapa teman gue mengaku, mereka akan jujur bilang kalau mereka lagi nggak mau capek. Seharian bekerja, lalu malamnya harus berbuka di luar dan terancam pulang lebih malam.

    “Tinggal bilang aja, memang lagi nggak mood pergi keluar, atau sehabis kerja memang sudah berencana mau langsung pulang ke rumah karena lagi pengin menghemat energi,” ujar Fikri.

     

    5. Bilang, “skip dulu ya gue.

    Sesederhana itu, gaes. Kalau kamu merasa masih nggak enak hati untuk menjabarkan alasannya apa, cukup balas di grup chat, “gue skip dulu ya, gaes. Have fun!

    Kalimat seperti itu seperti sudah nggak bisa diganggu gugat lagi, bahwa kamu memang nggak bisa ikut. Kalau beberapa temanmu bertanya alasannya, baru deh kamu jawab.

     

    Ada yang punya saran lain? Coba tulis di kolom komentar, ya!

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini