
-
Siapa yang tak suka untuk disenangi oleh banyak orang. Namun perihal menjadi pribadi yang seperti itu, tentu bukan hal yang mudah.
Beberapa dari Anda mungkin kesulitan untuk berinteraksi atau bersosialisasi dengan sesama. Kesan ini yang mengakibatkan Anda dinilai kurang baik oleh orang sekitar. Dikutip dari Reader's Digest, berikut cara untuk mengubah sikap Anda menjadi lebih positif dan mudah disenangi orang lain.
Katakan pada diri sendiri bahwa Anda bisa berubah
Identifikasi hal yang positif dan negatif
Tidak peduli betapa suramnya sebuah kejadian, setiap situasi memiliki lapisan peraknya. "Saya tidak pernah menemukan lingkungan di mana rincian positif tidak dapat ditemukan," tulis Achor.
Fokus pada objek atau tugas dan cantumkan sebanyak mungkin deskripsi selama 30 detik. Anda mendapatkan tiga poin untuk deskripsi positif, dan satu untuk yang negatif. "Kesadaran akan hal negatif dapat memotivasi kita untuk mengambil tindakan, dan tindakan mencarinya bisa membuat otak kita lebih fleksibel dan gesit," ujar Achor.
Bicaralah kepada orang yang tepat untuk mendapat dukungan
Menurut Anchor, menceritakan drama Anda kepada teman kantor atau adikmu mungkin lebih berbahaya daripada membantu. Terus berbicara dengan orang yang berpikiran sama bisa berarti Anda mendengar perspektif yang sama tentang pengulangan, yang menghambat pemecahan masalah. Untuk mendapatkan sikap positif, carilah sudut pandang yang berbeda untuk mengenali semua aspek dari masalah ini.
Dengan keputusan besar seperti mengakhiri sebuah hubungan, meminta promosi ada baiknya gunakan pemeriksaan realitas tiga orang. "Temukan seseorang dengan kepribadian yang berbeda, status ekonomi yang berbeda, dan kelompok usia yang berbeda. Ini mencakup semua basis Anda," jelas Achor.
Salurkan stres Anda
Stres membuat setiap situasi buruk semakin buruk. Menurut Achor, hormon yang dilepaskan saat stres dapat meningkatkan kemampuan ingatan dan penalaran. Mengajarkan diri Anda untuk memikirkan aspek positif dari stres benar-benar dapat meningkatkan kinerja serta kesehatan fisik dan mental. Dalam sebuah penelitian, para manajer yang dilatih untuk mengenali kenaikan stres melaporkan penurunan 23 persen gejala fisik seperti sakit kepala, sakit punggung, dan kelelahan.
Bila Anda kewalahan, jelaskan alasan sebenarnya. Jika Anda khawatir dengan presentasi pekerjaan, mungkin stres Anda berkaitan dengan mengesankan atasan Anda, tidak berbicara di depan kelompok. Arahkan stres Anda ke dalam pengiriman yang lebih percaya diri.