
-
Tahun 2017 merupakan tahun terberat bagi sejumlah perusahaan ritel konvensional. Laporan USA Today, Rabu (3/1) menyebut, ada sedikitnya 6.700 toko ritel yang berhenti beroperasi di 2017. Padahal, sejumlah toko yang gulung tikar tersebut sebelumnya dikenal sebagai perusahaan-perusahaan ritel ternama di AS.
Berikut adalah beberapa di antara mereka:
1. Toys 'R' Us
Toys 'R' Us merupakan toko ritel mainan terbesar di AS yang pernah berjaya di era 1980-1990an. Namun, bisnis ritel itu meredup sejak era e-commerce masuk. Terutama setelah website Toys 'R' Us memiliki akses langsung ke perusahaan e-commerce raksasa, Amazon.
Sama seperti perusahaan-perusahaan yang berbasis di mall, bisnis The Limited mengalami kelesuan seiring dengan berkurangnya jumlah pengunjung pusat perbelanjaan. Karena itu, perusahaan tersebut akhirnya beralih ke bisnis niaga daring pada September.
4. Payless ShoeSource
Jaringan perusahaan ritel yang bergerak di bisnis sepatu, Payless ShoeSource, telah menutup 400 dari total 4.400 tokonya yang tersebar di seluruh penjuru dunia, pada April lalu. Lalu, di penghujung musim panas, perusahaan mengumumkan telah menutup 900 toko.
Kabar tutupnya sejumlah toko milik Payless sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Sebab, sebelumnya Moody's telah menurunkan outlook Payless menjadi negatif karena persoalan hutang.