
Kecoa dapat ditemukan di seluruh dunia. Saat ini, ada lebih dari 3.500 spesies kecoa yang berkeliaran di seluruh negara. Kecoa Amerika lebih besar dan berwarna hitam. Kecoa Jerman lebih kecil dan coklat. Sedangkan kecoa Asia berukuran sedang dan berwarna coklat gelap menuju hitam. Karena serangga ini makan berbagai makanan, termasuk sampah busuk, maka mereka diyakini dapat menyebarkan penyakit pada manusia, termasuk salmonella dan gastroenteritis. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bahaya kecoa terhadap manusia, mari kita lihat selengkapnya di bawah ini!
Kecoa dapat hidup dengan memakan apapun. Terlepas dari makanan yang kita makan, mereka juga memakan tanaman mati, hewan, materi feses, lem, sabun, kertas, kulit, dan bahkan helai rambut yang jatuh. Sementara mereka merangkak di malam hari, mereka mencemari makanan terbuka dengan membuang kotoran di atasnya, meninggalkan rambut, kulit mati, dan juga kulit telur yang kosong di dalamnya.
Bahaya kecoa lainnya adalah dari air liur mereka. Ketika kecoa makan, mereka memuntahkan air liur dan cairan pencernaan dari mulut mereka sendiri untuk menyuntik makanan Anda dengan kuman atau bakteri yang berada di usus mereka. Sebuah studi menemukan bahwa bakteri Pseudomonas aeruginosa dapat berkembang biak secara ekstensif dalam usus kecoa. Hal ini dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti infeksi saluran kemih, masalah pencernaan, dan sepsis (keracunan darah).
Beberapa spesies kecoa telah ditemukan dapat menggigit manusia. Bahaya kecoa yang ini memang jarang terjadi, tetapi jika rumah Anda sangat penuh dengan serangga ini, maka Anda harus berhati-hati karena mereka dapat menggigit kuku, jari kaki, dan bagian lunak dari kulit yang dapat menyebabkan luka.
Kecoa tidak hanya dapat menyerang rumah Anda, tetapi juga bagian tubuh Anda. Ada beberapa kasus bahwa kecoa memasuki telinga dan hidung ketika Anda tidur. Kecoa kecil dapat dengan mudah masuk ke lubang tubuh ketika Anda berada dalam tidur yang nyenyak.
Dalam wabah epidemi dari keracunan makanan, ditemukan bahwa penurunan kasus tersebut baru terjadi setelah kecoa tersingkirkan. Serangga ini juga merupakan rumah bagi bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan tifus dan keracunan makanan.
Kecoa bisa menyebabkan alergi. Sekresi air liur dan bagian tubuh mereka yang berisi ratusan alergen dapat memicu reaksi yang tidak diinginkan. Anda mungkin akan menderita ruam kulit, bersin, mata, dan berair.
Kecoa bisa menjadi musuh terburuk dari pengidap asma. Insiden serangan asma dapat meningkat jika rumah Anda penuh dengan kecoa. Alergen kecoa dapat menyebabkan komplikasi parah, dan bahkan dapat mengancam jiwa. Dan, orang-orang yang tidak menderita asma dapat terkena asma akibat menghirup alergen kecoa.
Kecoa betina dapat mengeluarkan 10-40 telur pada satu waktu. Rata-rata, sang betina melepaskan 30 telur dalam hidupnya. Kecoa muda yang menetas terlihat sama dengan kecoa dewasa, namun lebih kecil dan tanpa sayap. Tergantung pada jenis dan konndisinya, kecoa dapat hidup hingga 12 bulan. Serangga ini adalah hewan berdarah dingin dan berkembang dalam kondisi hangat dan lembap.
Kecoa lebih memilih untuk tinggal di dapur dan area persiapan makanan lain, sehingga mereka dapat makan dari tumpahan makanan dan memiliki akses ke air. Tempat persembunyian kecoa di dalam rumah, yaitu pada:
Beberapa cara yang dapat Anda lakukan di rumah untuk mengusir kecoa, yaitu:
The post 7 Bahaya Kecoa untuk Kesehatan Manusia appeared first on Hello Sehat.