
Penyebab nyeri saraf bermacam-macam, mulai dari gangguan fungsi saraf, hingga penyakit. Sistem saraf yang terlibat dalam segala tubuh bertugas untuk mengatur dan mengontrol cara kerja otot dan sensitivitas pada tubuh Anda. Saat merasakan panas dan dingin, di sisi tubuh kita terdapat saraf yang bertindak sebagai reseptor sensasi ataupun efektor untuk menggerakkan atau menjalankan fungsi bagian-bagian tubuh tersebut.
Nyeri saraf pada tubuh seharusnya menjadi peringatan bagi tubuh untuk bertindak defensif. Begini cara kerjanya: ketika tangan Anda terlalu dekat dengan kompor, saraf mengirim sinyal rasa sakit ke otak dan Anda menarik tangan sebelum api membakar Anda. Tapi jika Anda memiliki kerusakan saraf, sistem ini tidak bekerja. Saraf yang rusak dapat mengirimkan sinyal palsu dan Anda akan sering kali merasakan nyeri tanpa alasan. Saraf yang rusak juga dapat mengakibatkan Anda tidak merasa sakit ketika Anda cedera.Kerusakan saraf dapat menyebabkan hilangnya sensasi atau mati rasa di jari, sehingga sulit untuk melakukan hal-hal dengan tangan Anda. Memegang sesuatu, memasak, atau bahkan mengangkat gayung dapat menjadi sulit. Banyak orang dengan kerusakan saraf mengatakan bahwa indera peraba merasa tumpul atau kebas.
Diabetes merupakan salah satu penyakit sering dikaitkan dengan penyebab nyeri saraf. Jika nyeri saraf muncul pada orang yang menderita diabetes, maka kondisi ini lebih dikenal dengan istilah neuropati diabetik. Kondisi ini akan lebih parah jika diabetes tidak terkendali, penderita mengalami obesitas, atau bahkan hipertensi
Misalnya penyakit lupus. Studi menunjukkan bahwa adalah mungkin bagi lupus untuk mempengaruhi sistem saraf. Pasien dengan lupus mungkin mengalami kebingungan kesulitan berkonsentrasi, sakit kepala, kelelahan, stroke atau tanda-tanda lain yang menunjukkan penyebab nyeri saraf dan gangguan sistem saraf pada tubuh.
Misalnya HIV/AIDS. Virus HIV juga dapat mengganggu sistem saraf pusat manusia. Kelainan ini dapat disebabkan virus HIV itu sendiri, atau terdapat infeksi bakteri atau jamur yang menyerang organ otak. Akibat rusaknya sistem imun yang berat, tubuh sama sekali tidak dapat melawan infeksi mikroorganisme yang sebetulnya tidak berbahaya bagi orang normal.
Ketika tumbuh, tumor dapat menekan saraf di sekitarnya. Kanker juga bisa tumbuh dari saraf sendiri. Kadang-kadang, pengobatan untuk kanker seperti kemoterapi dapat merusak saraf, sehingga menimbulkan rasa nyeri.
Stroke merupakan salah satu penyebab gangguan saraf yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu. Stroke iskemia merupakan stroke yang paling sering terjadi, yang disebabkan karena adanya sumbatan pembuluh darah otak dan adanya hipoperfusi jaringan otak yang signifikan. Pada kondisi ini, saraf tidak bisa mempertahankan sel-selnya sehingga menjadi gagal berfungsi.
Saat Anda mengonsumsi obat-obatan untuk terapi kanker, seperti vincristine dan antibiotik, kandungannya dapat menimbulkan kerusakan pada bagian saraf.
Jika Anda suka mengonsumsi minuman keras, hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada saraf. Anda akan mengalami kekurangan nutrisi dan vitamin, sehingga akan timbul kerusakan yang menjadi penyebab nyeri saraf tanpa alasan pada bagian tubuh tertentu
Beberapa racun bisa menyebabkan kerusakan pada saraf manusia, misalnya pestisida dan merkuri. Jika kedua zat tersebut dicerna dalam tubuh, akan segera timbul nyeri saraf yang akan menimbulkan keracunan bahkan kelumpuhan.
The post 8 Penyebab Nyeri Saraf yang Sering Terjadi appeared first on Hello Sehat.