icon-category Digilife

95 Persen Karyawan Resign, Twitter Diramal Tak Bertahan Lama

  • 21 Nov 2022 WIB
  • Bagikan :
    Sumber: Engadget

    Uzone.id - Keadaan Twitter di bawah kendali Musk membuat nasib platform media sosial ini berada di ujung tanduk. Salah satu keputusan Musk yang bisa dibilang awal dari kondisi kritis ini adalah ketika ia memutuskan untuk memangkas lebih dari 50 persen karyawan. 

    Yang terbaru, Musk menyuruh karyawan yang tersisa untuk bekerja secara hardcore, termasuk lembur dan tekanan yang lebih tinggi. Jika tak setuju, mereka harus angkat kaki dari perusahaan.

    Alhasil, para karyawan yang masih bertahan jadi enggan untuk melanjutkan pekerjaan di Twitter. Beberapa sumber menyebutkan hampir 95 persen karyawan lama Twitter sudah undur diri. Melansir dari platform Blind, karyawan yang tersisa di Twitter hanya berjumlah 238 orang saja, dari sebelumnya 7500 orang.

    Melihat kondisi Twitter yang ditinggal massal karyawannya, mantan staff perusahaan mengungkapkan kekhawatirannya terkait nasib media sosial ini.

    Baca juga: Kantor Twitter Ditutup, Aktivis Beri ‘Pesan’ Untuk Elon Musk

    Dilansir dari MIT Technology Review, Sabtu, (19/11), mantan staff Twitter mengatakan kalau mereka khawatir kalau platform burung biru ini hanya punya beberapa minggu untuk bertahan berdasarkan jumlah pekerja yang menurun pesat.

    Melissa Ingle, yang merupakan mantan data scientist senior Twitter mengatakan kalau mereka yang lolos dari PHK massal Elon Musk merupakan orang sukses dan memiliki pilihan, mereka tak ingin mengalami hal ini.

    Ia juga khawatir kalau ini akan membuat Twitter berakhir jika tak ada perubahan drastis.

    “Tak ada lagi ahli teknis yang cukup untuk menjaga situs agar tetap berjalan,” kata Melissa.

    “Dia (Musk) takut pada orangnya sendiri. Jika tak ada perubahan besar (di Twitter), saya tak yakin (situs) ini akan bertahan selama bulan,” tambahnya.

    Sementara itu, karyawan Twitter lain yang tak ingin disebutkan namanya melihat keruntuhan di perusahaan ketika Musk memaksakan pekerja yang tersisa untuk melakukan seluruh pekerjaan.

    “Banyak hal yang akan rusak, dan akan sering rusak. Lalu kerusakannya akan lebih. Semuanya akan bertambah parah hingga akhirnya tak dapat digunakan lagi,” tambahnya.

    Baca juga: Ratusan Karyawan Twitter Resign Massal, Kantor Terancam Tutup

    Igle mengatakan kalau Musk perlu menarik lagi orang yang tahu sistem Twitter, jika tidak, maka outage di Twitter akan segera terjadi secara besar-besaran.

    “Semua tanda menunjukkan beberapa kegagalan sistem yang fatal, dan segera,” kata Igle dan karyawan lain.

    Walau begitu, Igle mengaku optimis kalau Twitter dan perusahaan akan tetap bertahan.

    “Saya orang yang optimis, saya pikir ada kemungkinan dia (Musk) akan membalikkan kondisi ini, walaupun sangat tipis,” kata Igle.

    Para karyawan pun merasa dilema, mereka tak suka dengan cara Elon Musk namun mereka juga sadar kalau Twitter memiliki peran yang cukup penting di masyarakat. Melihat saat ini banyak komunitas dan pengguna yang sehari-hari menggunakan Twitter.

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini