icon-category Auto

Aerox Lebih Mahal dari Vario 150

  • 09 Jan 2017 WIB
Bagikan :

Selesai sudah penantian, Yamaha akhirnya mengumumkan banderol paling murah skutik Aerox 155 VVA, yaitu Rp 21,85 juta. Posisinya menghantam langsung Honda Vario 150.

Menurut situs resmi Astra Honda Motor (AHM), banderol Vario 150 terendah, Rp 20,5 juta. Itu berarti lebih murah Rp 1,35 juta ketimbang Aerox varian paling standar. Catatannya, harga Vario 150 itu berlaku sejak Agustus 2016, bukan harga resmi mulai tahun ini.

“Belum ada yang terbaru, masih pakai harga lama,” ujar Deputy Head of Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbudin ketika ditanya Otomania daftar harga motor Honda per Januari 2017, Minggu (8/1/2017).

Aerox adalah hasil eksploitasi Yamaha di segmen skutik 150-an cc. Sebelumnya, NMAX produksi dalam negeri sudah memukul PCX yang statusnya masih diimpor. Harga lebih murah jadi kekuatan utama NMAX.

Kini Aerox berpotensi mengganggu Vario 150 sebab konsumen sekarang punya pilihan lain di kelas skutik kekar 150cc. Kendati sama-sama diproduksi lokal dan beda harganya tidak terlampau jauh Aerox menawarkan banyak hal lain ketimbang Vario 150.

Berita Terkait:

Aerox memiliki mesin 155,1cc dengan tenaga 11 kW dan torsi 13,8 Nm. Spesifikasi itu jelas lebih unggul dari Vario 150 yang memakai mesin lebih kecil, 149,3cc bersama tenaga 9,3 kW dan torsi 12,8 Nm.

Fitur-fitur unggulan Vario 150, mesin berteknologi Enchanded Smart Power (ESP), kapasitas bahan bakar 5,5L, speedometer analog dan panel instrument digital, answer back system untuk mencari motor di lokasi parkir, kapasitas bagasi 18L, Combi Brake System (CBS), Idling Stop System (ISS), ukuran ban 14 inci 80/90 depan dan 90/90 belakang.

Sedangkan fitur pada Aerox yaitu mesin berteknologi Variable Valve Actuation (VVA) dan Blue Core, kapasitas tangki bahan bakar 4,6 L, speedometer digital dengan layar LCD 5,8 inci termasuk pengukur konsumsi bahan bakar, electric power socket, kapasitas bagasi 25 L, serta ban 14 inci profil lebar 110/80 depan dan 140/70 belakang.

Penulis: Febri Ardani Saragih

Editor: Agung Kurniawan

Copyright Kompas.com

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini