
-
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan selama ini terus menyuarakan pentingnya vaksin. Hal ini dilakukan baik melalui program vaksinasi maupun publikasi media. Informasi terkait vaksin pun mengalir di berbagai platform media sosial.
Meski bermaksud memberikan maupun menanggapi informasi, tapi terkadang hal ini justru membuat sebagian orang bingung. Hindra Irawan Satari, dokter spesialis anak sekaligus Konsultan Infeksi Tropik Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM mengingatkan masyarakat untuk cermat dalam melihat informasi yang beredar terkait vaksin.
Kendati informasi yang beredar di media sosial berasal dari 'cuitan' dokter sekalipun, ia berkata bahwa publik harus tahu latar belakang dokter tersebut.
Dia juga mengungkapkan bahwa hal ini disebabkan juga karena cakupan imunisasi yang luas. Semisal cakupan imunisasi 95 persen, maka 5 persen yang tidak imunisasi terlindungi oleh mereka yang imunisasi dan tidak tertular penyakit. Kondisi seperti ini dikenal sebagai herd immunity.
"Ada yang bilang ASI saja cukup. Jelas tidak cukup. Setelah 6 bulan bayi perlu makanan tambahan," katanya.