Digilife

AI Sudah Prediksi Virus Corona Sebelum Mewabah ke Dunia

  • 27 January 2020
  • Bagikan :
    AI Sudah Prediksi Virus Corona Sebelum Mewabah ke Dunia

     

    Uzone.idVirus Corona semakin menyebar ke seluruh penjuru dunia. Semua ilmuwan di dunia mulai mencari cara untuk menemukan vaksin mencegah virus semakin menyeruak.

    Peringatan mengenai virus yang mewabah ini dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada awal Januari 2020. Namun ternyata, WHO terlambat. Malah ada aplikasi yang lebih dulu memperingatkan tentang wabah ini.

    Dikutip dari Ubergizmo, sebuah aplikasi berbasis artificial intelligence asal Kanada telah memberikan peringatan kepada penggunanya agar tidak melakukan perjalanan ke Wuhan, China. Aplikasi tersebut bernama BlueDot.

    Baca juga: Komunitas Gamers Berduka untuk Kobe Bryant

    Peringatan ini diberikan BlueDot sejak 31 Desember 2020. Sedangkan WHO memberikan peringatan pada 9 Januari 2020. Lebih dulu dari US CDC yang telah memberikan peringatan travel warning pada warganya di 6 Januari.

    Produsen BlueDot ternyata menggunakan analisa Big Data untuk melacak dan mengantisipasi penyebaran penyakit berbahaya yang mematikan di seluruh dunia.

    BlueDot menggunakan natural-language processing dan teknik machine-learning untuk menyaring laporan berita global, data maskapai, dan laporan wabah penyakit hewan. Ahli epidemiologi memeriksa hasil otomatis, dan jika semuanya telah diperiksa, perusahaan mengirimkan peringatan kepada klien yang ada di sektor publik dan swasta.

    BlueDot mencoba melacak dan memindahkan informasi, lebih cepat ketimbang perjalanan penyakit itu sendiri. Mereka terbukti telah mampu meramal dengan cepat bahwa virus Wuhan yang berasal dari salah satu kota di China telah sampai ke Bangkok, Seoul, Taipei dan Tokyo.

    “Di satu sisi, dunia berubah dengan cepat, di mana penyakit muncul dan menyebar lebih cepat. Di sisi lain, kita memiliki akses yang semakin besar ke data yang dapat kita gunakan untuk menghasilkan wawasan  lebih luas dan menyebarkannya lebih cepat daripada penyakit itu sendiri,” ujar Kamran Khan, pendiri BlueDot.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini