Foto: Uzone.id
Uzone.id – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), sebagian pekerjaan diprediksi akan hilang, sementara profesi baru yang membutuhkan keterampilan digital terus bermunculan. XLSmart ingin berkontribusi di perubahan tersebut dengan menyiapkan digital talent.
Sebagai perusahaan operator, XLSmart menilai Indonesia tidak bisa hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur digital. Menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perubahan juga menjadi pekerjaan rumah yang tak kalah penting.Director and Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, mengatakan perkembangan teknologi membuat kebutuhan kompetensi di dunia kerja berubah jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun lalu.
"Banyak tempat kerja yang hilang dari segi kompetensi, digantikan dengan tempat kerja yang butuh skill baru,” ungkap Merza saat jumpa pers di kantor XLSmart, Jakarta Selatan, 4 Juli 2026.
Menurut Merza, kondisi itu membuat perusahaan merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut menyiapkan masyarakat menghadapi kebutuhan industri di masa depan.
"Kami merasa ikut bertanggung jawab untuk menyiapkan kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan di masa depan,” lanjut Merza.
Atas dasar itu, XLSmart bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia memperkenalkan “Future Ready”, sebuah program pengembangan talenta digital yang tidak hanya menawarkan pelatihan, tetapi juga menghubungkan peserta dengan peluang kerja nyata.
Berbeda dengan banyak program pelatihan yang berhenti setelah peserta memperoleh sertifikat, Future Ready dirancang sebagai ekosistem yang menghubungkan seluruh proses, mulai dari pembelajaran, sertifikasi kompetensi, mentoring bersama praktisi industri, program magang, hingga akses rekrutmen melalui perusahaan mitra.
"Kita sudah certified, kita yang akan menyalurkan digital talent itu, dengan target 1.000 orang," katanya lagi.
Target tersebut mengacu pada peserta yang diharapkan memperoleh kesempatan magang maupun pekerjaan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra industri yang terlibat dalam program tersebut.
Menurut Merza, Indonesia saat ini berada pada momentum yang sangat menentukan. Bonus demografi memang menghadirkan peluang besar, tetapi tanpa kesiapan kompetensi, peluang tersebut justru bisa berubah menjadi tantangan.
"Kalau nanti 19 juta [lapangan pekerjaan] ini benar-benar datang, kalau kita belum siap ya bahaya," sambungnya lagi.
Data yang dipaparkan XLSmart menunjukkan tantangan tersebut memang nyata. Saat ini sekitar 68 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Namun berbagai studi juga memperlihatkan bahwa sekitar 90 persen pekerjaan di masa depan akan membutuhkan keterampilan digital dasar.
Di sisi lain, tiga dari sepuluh perusahaan di Indonesia masih mengaku kesulitan mendapatkan talenta digital yang siap bekerja.
Permintaan terhadap kompetensi seperti AI, data analytics, cloud computing, cybersecurity, hingga teknologi jaringan juga terus meningkat seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor.
Presiden Direktur & CEO XLSmart, Rajeev Sethi, dalam keterangannya menilai investasi pada infrastruktur digital harus berjalan beriringan dengan investasi pada pengembangan manusia.
"Investasi pada jaringan digital harus berjalan beriringan dengan investasi pada pengembangan talenta. Infrastruktur tanpa sumber daya manusia yang siap memanfaatkan teknologi tidak akan mampu menghasilkan transformasi digital yang sesungguhnya,” kata Rajeev.
Lebih lanjut, melalui Future Ready, XLSmart menargetkan mampu menjangkau satu juta talenta muda Indonesia melalui aplikasi Sisternet dan situs Future Ready. Selain itu, perusahaan juga menargetkan menerbitkan 10.000 sertifikat penyelesaian pelatihan dan membantu sedikitnya 1.000 peserta memperoleh kesempatan magang maupun pekerjaan.
Program ini telah menggandeng sejumlah mitra strategis, di antaranya ZTE dan Eka Tjipta Foundation.
Ke depan, XLSmart juga berencana memperluas kolaborasi dengan perusahaan, institusi pendidikan, penyedia teknologi, komunitas, hingga mitra rekrutmen agar semakin banyak peserta memiliki jalur karier yang jelas setelah menyelesaikan pelatihan.
Selain menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi digital, Merza juga menekankan bahwa pemberdayaan perempuan harus menjadi bagian dari pengembangan talenta nasional.
Menurutnya, dunia kerja masa depan harus memberikan kesempatan yang semakin setara agar semakin banyak perempuan dapat berkontribusi pada sektor-sektor berbasis teknologi yang terus berkembang.
Bagi XLSmart, membangun jaringan digital dan memperluas cakupan layanan hanyalah satu sisi dari transformasi digital. Sisi lainnya adalah memastikan masyarakat memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi tersebut secara produktif, baik untuk belajar, bekerja, maupun menciptakan peluang ekonomi baru.