Akhir 2026, Komdigi Mau Lelang Pita Frekuensi 900 MHz

Uzone.id — Kementerian
Komunikasi dan Digital mengumumkan bahwa lelang frekuensi 900 MHz akan digelar
pada tahun 2026 ini, setelah proses lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz
selesai.
“Insya Allah kedepannya, persis ketika (lelang frekuensi 700
MHz dan 2,6 GHz) ini selesai, kita juga akan mempersiapkan proses pemanfaatan
frekuensi di 900 MHz. Jadi, mudah-mudahan lelang dapat dimulai di tahun ini
juga,” kata Menteri Komdigi Meutya Hafid, Selasa, (22/07).
Meutya melanjutkan bahwa lelang ini ditargetkan akan dilakukan pada akhir tahun 2026 ini, kemudian dilanjut dengan pengkajian pada frekuensi 3,5 GHz nantinya.
“Jadi yang 900 MHz tu sebagaimana kita sampaikan, proyeksi
kita saat ini adalah mudah-mudahan bisa di akhir tahun ini,” tambahnya.
Komdigi kemudian menjelaskan alasan kenapa mereka
mendahulukan lelang pita frekuensi 900 Mhz dibandingkan dengan 3,5 GHz.
“3,5 GHz memang butuh kajian karena ini terkait dengan
penggunaan spektrum sharing bersama dengan satelit. Kalau 900 MHz ini kan free
karena memang ada pengembalian kemarin dari XLSmart waktu mereka merger,” ujar
Denny Setiawan selaku Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital.
Sebelumnya, Kementerian Komdigi sudah menyelesaikan proses
lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz dengan memenangkan 3 operator seluler
yaitu XLSmart, Telkomsel dan juga Indosat Ooredoo Hutchison.
Untuk pembagiannya di frekuensi 700 MHz, XLSmart mendapatkan 30 Mhz, Telkomsel akan mendapat 20 Mhz dan Indosat Ooredoo mendapat 20 Mhz.
Lalu, untuk pembagian di frekuensi 2,6 GHz, Telkomsel akan
mendapat 80 Mhz, Indosat Ooredoo Hutchison 60 Mhz, dan XLSmart sebesar 50 Mhz.
Dengan sahnya pembagian pita frekuensi ini, Menteri Komdigi
Meutya Hafid mengatakan bahwa dengan frekuensi yang sudah didapat oleh
masing-masing opsel diharapkan bisa mendorong transformasi digital nasional
yang lebih baik dan lebih cepat lagi.
Ia pun menegaskan bahwa nanti manfaatnya juga harus
dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, Komdigi memberikan tugas
kepada 3 operator seluler.
“Karena itu, kami memberikan komitmen kewajiban kepada para
pemenang seleksi untuk mengembangkan tugas diantaranya menghadirkan layanan 4G
berkualitas di 538 desa dan kelurahan tersebar dari Sumatera sampai Papua yang
saat ini belum terhubung sinyal maupun lemah sinyalnya,” kata Meutya Hafid.
Selain itu, Meutya juga menugaskan para operator seluler ini
untuk berkomitmen untuk mempercepat pengelaran jaringan 5G hingga mencapai
setidaknya 51 persen cakupan perpopulasi nasional pada tahun ke-5.

