
Mac Pro (Foto: The Verge)
Uzone.id - Tak ada lagi seri Mac Pro. Apple telah menyuntik mati model komputer desktop ini, dan digantikan sepenuhnya oleh seri Mac Studio yang kini menjadi produk desktop flagship Apple.
Kabar ini sekaligus mengakhiri eksistensi panjang Mac Pro yang sudah ada di pasaran selama kurang lebih dua dekade lamanya. Sekarang, jajaran produk Mac Pro sudah dihilangkan dari etalase situs resmi Apple, demikian diungkap oleh jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, dalam unggahannya di X (dulunya Twitter).
Mac Pro pertama kali meluncur pada 2006 silam sebagai penerus Power Mac G5. Perangkat ini hadir dengan desain tower modular yang sangat disukai pengguna profesional, karena mereka bisa dengan leluasa mengganti prosesor, RAM, memori penyimpanan, hingga kartu ekspansi PCI sesuai kebutuhan.
Cukup lama form factor bongkar-pasang seperti ini, setidaknya hingga tahun 2012. Baru setahun setelahnya, Apple merombak desainnya menjadi bentuk silinder yang saat itu mengundang pro-kontra.
Generasi kedua ini sering mendapat julukan ‘Trashcan Mac’ karena bentuknya yang unik. Desainnya memang lebih ringkas, tapi hal itu mengorbankan sisi modularitas karena hanya RAM dan storage yang bisa ditingkatkan.
Dilansir dari GSMArena, umur model ini juga tidak berumur panjang akibat masalah sirkulasi panas yang membatasi peningkatan performa komponen.
Pada 2019, Apple merilis desain barunya lagi, sekaligus jadi yang terakhir. Apple kembali merancang Mac Pro yang bisa dibongkar-pasang, di mana hampir semua komponen bisa diganti secara mandiri oleh pengguna, kecuali CPU.
Versi ini juga menjadi salah satu komputer terakhir Apple yang memakai prosesor Intel sebelum mereka transisi penuh ke chipset buatan sendiri, Apple Silicon (M-Series).
Pembaruan terakhir untuk Mac Pro hadir pada 2023 yang ditenagai M2 Ultra. Sayangnya, meski desainnya tetap modular, transisi ke arsitektur M-Series ini justru membatasi jenis perangkat yang bisa dicolokkan ke slot ekspansi PCI. Hal ini membuat daya tariknya menurun drastis.
Karena tak ada lagi update lanjutan, posisinya pun langsung digeser pelan-pelan oleh Mac Studio. Gurman menyebut, dimatikannya seri Mac Pro bukan hal yang mengejutkan, melainkan sudah direncanakan Apple sejak lama.
Perangkat ini belakangan dianggap kehilangan fungsinya di lini produk Apple—menjadi sekadar bongkahan metal mahal dengan banyak ruang kosong yang tidak bisa dimaksimalkan oleh penggunanya.
Selain itu, konsep modular yang bisa dibongkar-pasang oleh pengguna, memang jauh berlawanan dengan konsep Mac terbaru yang mengutamakan integrasi komponen.