
Uzone.id - Sudah ada Pura 80 Series, Huawei turut bawa seri smartphone flagship lainnya ke Indonesia, Mate 80 Pro! Mate Series non-foldable di Indonesia, terakhir kali rilis pada akhir Desember 2020 silam, tepatnya saat Huawei meluncurkan Mate 40 Pro, jadi kebayang lama banget seri ini comeback ke pasar dalam negeri.
Tim Uzone.id berkesempatan menjajal langsung Huawei Mate 80 Pro ini, dan kesan pertama kami saat pertama kali memegangnya adalah aura premiumnya yang benar-benar tak berkurang sama sekali.Desain belakangnya punya karakter yang kuat berkat pola melingkar khas Huawei. Pola ini diterapkan pada modul kamera dengan lingkaran kecil berlogo ‘XMAGE’ di bagian tengahnya. Lingkaran kecil ini dibuat senada dengan warna bodi perangkat.
Pun demikian dengan pola lingkaran lainnya, tepat di bawah kamera. Pola ini melengkapi desain flagship Mate 80 Pro yang dibalut tiga opsi warna, yakni Black yang klasik, Green yang tampak elegan, serta Gold yang berkesan lebih mewah.
Warna-warna ini bertekstur matte nan halus, yang ramah dari bercak sidik jari. Sementara di bagian bingkainya, Huawei justru membubuhi lapisan warna yang cenderung glossy.
Ke bagian depan, berdasarkan informasi yang kami dapat dari situs resmi Huawei Indonesia, Huawei Mate 80 Pro bawa layar datar OLED Huawei X-True seluas 6,75 inci. Kualitas layarnya tidak main-main karena mampu menyuguhkan intensitas cahaya puncak hingga 3.000 nits.
Visualnya dijamin memanjakan mata berkat dukungan 1,07 miliar warna, refresh rate adaptif 1-120Hz, dan resolusi tajam 1.280 x 2.832 piksel.
Layar ini juga sudah dilapis kaca pelindung Kunlun Glass generasi kedua yang diklaim jauh lebih tahan banting dan goresan.
Ironi Huawei, masih saja 4G LTE
Statusnya memang sudah flagship, tapi inilah ironi yang masih terjadi pada deretan perangkat Huawei. Berdasarkan situs resmi Huawei Indonesia, Huawei Mate 80 Pro masih mendukung koneksi 4G.
Huawei memang tidak menyebutkan jenis chipset yang disematkan di dalamnya. Dari penelusuran kami, seperti dikutip dari GSMArena, smartphone ini rupanya menggunakan chipset Kirin 9030 dengan fabrikasi 6nm.
Jelas, ini bukanlah chipset paling mutakhir di pasaran, imbas pembatasan teknologi yang masih menimpa pabrikan asal China ini. Tapi, Huawei masih jago melakukan optimalisasi, karena klaim perusahaan, kinerja Mate 80 Pro 21 persen lebih kencang dibanding sebelumnya.
Kinerjanya turut ditopang oleh RAM 16 GB, memori internal 512 GB, dan baterai dengan kapasitas 5.750 mAh. Baterai ini bisa diisi dayanya menggunakan fast charging 100W via kabel, 80W secara wireless, serta sudah mendukung reverse charging 18W melalui kabel dan 20W secara wireless.
Kamera jadi kelebihan utama
Sektor fotografi tentu jadi kelebihan utama ponsel flagship Huawei. Konfigurasi tiga kamera belakangnya terdiri dari sensor utama 50 MP berukuran 1/1.28 inci. Kamera dengan lensa RYYB ini dibekali teknologi variable aperture dari f/1.4 hingga f/4.0.
Kamera utama tersebut berdampingan dengan lensa ultrawide 40 MP dan lensa periscope telephoto 48 MP yang punya kemampuan 4x optical-zoom.
Bukaan lensa telephoto-nya f/2.1 yang tergolong besar, menjanjikan tangkapan cahaya yang optimal saat memotret di malam hari. Semua pemrosesan warna dan detail gambar pada sistem kamera ini diotaki langsung oleh chip cerdas Red Maple generasi kedua.
Untuk urusan swafoto, terdapat kamera depan 13 MP yang sudah dilengkapi fitur autofokus. Modul kamera ini diletakkan bersisian dengan sensor 3D ToF untuk mengakomodasi pemindaian wajah tingkat lanjut.
Melengkapi spesifikasi kelas atasnya, Huawei Mate 80 Pro juga menyertakan pemindai sidik jari di sisi bodi, mengantongi sertifikasi ketahanan air dan debu ganda (IP68 serta IP69), dan berjalan mulus menggunakan sistem operasi EMUI 15.0.
Sayang, Huawei belum mengungkap berapa harga Mate 80 Pro di Indonesia. Peluncuran resminya akan terjadi pada 16 April mendatang, berikut dengan pengumuman harga resminya.