icon-category Digilife

Aksi Saling Serang Israel dan Palestina Berlanjut di Dunia Siber

  • 09 Oct 2023 WIB
Bagikan :

Uzone.id – konflik antara Palestina dan Israel semakin memanas setelah pihak Hamas melakukan penyerangan ke wilayah Israel, Sabtu, (07/10) lalu.

Tidak hanya di jalur darat dan udara, aksi saling serang antara pihak Palestina dan Israel juga terjadi di ruang siber. Pada Minggu, (08/10) lalu, ‘perang’ di dunia siber melibatkan beberapa hacker yang membela Palestina dan Israel.

Sebut saja beberapa kelompok hacker terkenal seperti Killnet dari Rusia, Mysterious Team dan Bangladesh dan Team Insane Pakistan yang melakukan percobaan peretasan pada website penting Israel.

Grup hacker Killnet mengaku bertanggung jawab atas peretasan website pemerintah Israel gov.i dan meninggalkan beberapa pesan peringatan.

“Pemerintah Israel, pertumpahan darah ini adalah tanggung jawab kalian semua,” tulis Killnet dalam pesannya, dikutip dari Cybernews, Senin, (19/10).

Dalam keterangan lebih lanjut yang dibagikan di Telegram, Killnet mengatakan kalau pihaknya tidak menargetkan masyarakat sipil namun pihak rezim Israel. Grup hacker ini juga mengecam tindakan penyerangan yang menargetkan masyarakat sipil, baik itu oleh Hamas maupun pihak Israel.

Tim Anonymous Sudan juga turut beraksi dengan melakukan beberapa tindakan, salah satunya adalah meretas website pemberitaan The Jerusalem Post sehingga situs mereka mengalami gangguan hingga 5 jam.

Mengutip dari media Times Now News, di hari Sabtu kemarin (07/10), Anonymous Sudan juga mengaku telah menargetkan teknologi pertahanan udara Israel, Iron Dome dan mencoba mengambil alih teknologi tersebut.

Peperangan siber ini tidak dilakukan secara sepihak. Sekelompok peretas asal India menunjukkan dukungan mereka untuk Israel. Grup ini antara lain SilenOne, Garuna Ops, dan Team UCC Ops.

Beberapa situs milik bank nasional, telekomunikasi dan situs resmi Hamas menjadi sasaran pihak hacker India sebagai bentuk dukungan mereka untuk wilayah tersebut. Soal ketahanan siber, Israel juga bukan anak baru dalam bidang ini.

Negara tersebut jadi rumah bagi beberapa perusahaan keamanan siber terkemuka dan disebut memiliki pertahanan siber yang cukup kuat secara global. Selain itu, Israel juga terkenal oleh Pegasus, salah satu spyware yang diklaim canggih dan bisa memata-matai tokoh politik dunia.

Sayangnya, Spyware Pegasus ini disebut kecolongan karena tidak mendeteksi rencana dan serangan tiba-tiba yang dilakukan oleh Hamas ke wilayah mereka.I

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini