
Band grunge Pearl Jam mengungkapkan mereka merasa kesulitan untuk mengerjakan album bar selepas meninggalnya Chris Cornell.
Cornell, pria yang menjadi salah satu ikon grunge dengan vokal dan gaya khasnya selama ini, bunuh diri pada Mei 2017.
Berbicara kepada Rolling Stone, bassist Jeff Ament menjelaskan perkembangan musik Pearl Jam 'berjalan lambat' setelah tragedi tersebut. "Akan sangat menyenangkan untuk bisa merekam atau hanya menulis lagu bersama," katanya.
"Saya rasa ketika Chris meninggal, jadi benar-benar sulit untuk menyatukan ide di kepala kami, dan itu hanya warna kehidupan," ucap Ament.
Lihat juga:FOTO: 'Menghidupkan' Chris Cornell di Inglewood |
Terhitung sudah lima tahun sejak album Pearl Jam dirilis. Lightning Bold dilepas pada Oktober 2013 dan menjadi album ke-10 mereka. Namun mereka telah memiliki lima album live sejak Lightning Bold.
Dunia terkejut pada Mei 2017 ketika Cornell dinyatakan meninggal hanya beberapa jam setelah penampilannya di Fox Theatre, Detroit bersama Soundgarden, membawakan 20 lagu. Ini adalah pria yang kerap disebut sebagai arsitek-nya musik grunge dengan karya-karyanya yang telah meraih berbagai penghargaan.
Namun, ia juga diketahui kerap bertarung dengan depresi. Setelah sekian lama, akhirnya ia kalah, di sebuah kamar hotel di Detroit. Cornell diketahui gantung diri.
"Masalah mental jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves https://www.instagram.com/saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis."