
Badan SAR Nasional (Basarnas) Ambon menyebut seorang warga terjebak longsor akibat gempa magnitudo 6,8 yang mengguncang Kota Ambon pagi ini. Warga di sekitar lokasi gempa panik dan berusaha mengungsi ke wilayah dataran tinggi.
"Ada satu orang terindikasi terjebak longsoran akibat gempa. Prioritas kami saat ini adalah mengevakuasi orang itu," kata Muslimin, Kepala Basarnas Ambon kepada CNN Indonesia TV, Kamis (26/9).
Roem menambahkan gempa susulan juga terjadi beberapa kali. Getarannya cukup terasa, membuat masyarakat kembali bergerak ke wilayah dataran tinggi. Beberapa ruas jalan mengalami kemacetan karena masyarakat yang bergerak panik.
Dia menuturkan saat gempa terjadi listrik sempat padam beberapa menit. Namun sekarang sudah normal kembali.
Soal kerusakan, polisi masih menghimpunnya. Laporan awal menyebut sejumlah gedung dan fasilitas umum retak akibat gempa, tapi tidak sampai roboh.
"Untuk korban gempa kami belum terima informasi. Anggota kami terus memantau dan mengumpulkan informasi," ujar Roem.
Menurut data BMKG, gempa di Kota Ambon pagi tadi terjadi pukul 08.46 WIB, berkekuatan magnitudo 6,8. Gempa terjadi di sebelah Timur Laut Kota Ambon, Maluku.
Lokasi persisnya adalah 3,38 Lintang Selatan, 128,43 Bujur Timur, atau 40 Kilometer Timur Laut Ambon, Maluku.
"Kedalaman 10 Km, tidak berpotensi tsunami," demikian keterangan BMKG.
Gempa ini dirasakan dengan skala MMI V di Ambon, skala MMI V di Kairatu, MMI II-III di Paso, dan II di Banda. Gempa tidak berpotensi tsunami.