11 Hari, Innova Zenix dan Veloz Hybrid Terjual Hampir 1.000 Unit
Uzone.id - Dua mobil hybrid andalan Toyota, Innova Zenix dan Veloz Hybrid, menjadi dua mobil yang berkontribusi positif dalam pencapaian penjualan Toyota yang mencapai ribuan unit hanya dalam waktu 11 hari.
Tepatnya selama gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 (5-15 Februari) Toyota membukukan total Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sebanyak 2.793 unit.
Kepercayaan masyarakat terhadap solusi mobilitas Toyota terlihat semakin kuat, terutama pada segmen elektrifikasi.
Penjualan Kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) Toyota menunjukkan peningkatan signifikan. Kontribusi SPK untuk model Hybrid EV naik dari 31,2% menjadi 42,6% dari total SPK yang diraih selama IIMS 2026.
Model Hybrid Memimpin Penjualan
Dua model Hybrid EV menjadi tulang punggung penjualan tertinggi Toyota:
- New Kijang Innova Zenix Hybrid EV: Mendominasi dengan 615 SPK.
- New Veloz Hybrid EV: Langsung menempati posisi kedua model terlaris dengan raihan 381 SPK.
"Di tengah pasar yang cenderung stagnan, antusiasme terhadap solusi elektrifikasi Toyota, khususnya New Veloz Hybrid EV yang telah dipesan lebih dari 5.000 unit sejak world premiere tiga bulan sebelumnya, menjadi bukti keberhasilan program “Hybrid EV untuk Semua.” ujar Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Henry Tanoto,dalam keterangan resminya.
Melengkapi daftar lima besar model terlaris, Toyota juga mencatatkan angka penjualan kuat dari jajaran MPV andalannya, Kijang Innova Reborn (309 SPK), Avanza (306 SPK), dan Calya (259 SPK).
Capaian ini menegaskan posisi Toyota dalam memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia secara konsisten berkat kualitas, durabilitas, dan keandalannya (QDR).
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, menegaskan kembali komitmen Toyota untuk Indonesia melalui strategi Multi Pathway Strategy dan inisiatif Hybrid EV For Everyone and Everywhere.
"Dengan semakin lengkapnya jajaran Hybrid EV Toyota, perusahaan bertekad menghadirkan mobilitas ramah lingkungan yang terjangkau dan dapat diakses oleh lebih banyak lapisan masyarakat," pungkas Ernando.