270 Juta iPhone Diincar Spyware DarkSword, Segera Update ke iOS 26!
.jpg)
Uzone.id— Ratusan jutapengguna iPhone terancam disusupi malware berbahaya bernama DarkSword yangmengincar pengguna iPhone yang masih belum melakukan update sistem operasi.
Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan Googlebersama dengan perusahaan keamanan siber Lookout dan iVerify yang menemukanbahwa pelaku siber secara spesifik menggunakan spyware ini untuk mengincariPhone yang masih menjalankan iOS 18.
Melansir dariTime Magazine,iPhone yang menjalankan iOSversi 18.4 hingga 18.7 berpotensi rentan terhadap serangan DarkSword dan hinggasaat ini, diperkirakan ada sekitar 270 juta perangkat di seluruh dunia yangmasuk dalam kategori ini.
Saat ini, malware tersebut banyak digunakan oleh pelakukejahatan di China dan Rusia dan telah menargetkan pengguna iPhone di Ukraina,China, Arab Saudi, Turki, dan Malaysia.
“Ini merupakan ancaman yang cukup serius. Masih cukup banyakorang yang menggunakan versi iOS lama, dan mereka sangat rentan,” kata DamonMcCoy, profesor dan salah satu direktur Center for Cyber Security di New YorkUniversity.
Yang membuat serangan ini berbahaya adalah karena teknikperetasannya yang tidak menyebar melalui aplikasi melainkan hanya denganmengunjungi sebuah website di perangkat iPhone.
Spyware DarkSword ini bisa bergerak dengan cepat, takseperti spyware lainnya yang memata-matai perangkat dalam jangka waktu lama,spyware satu ini akan langsung menghilang setelah menginfeksi perangkat danmencuri data-data di dalamnya.
Serangan ini biasanya dimulai dari browser Safari, lalumenyebar ke sistem lain di dalam ponsel. Metode yang digunakan disebut“hit-and-run”, yaitu mengambil data hanya dalam hitungan detik atau menit, lalumenghapus jejak dan keluar.
DarkSword dilaporkan bisa menyusup ke sistem keamanan iPhonelalu mencuri berbagai data sensitif termasuk log panggilan, pesan teks, riwayatbrowser, informasi kartu SIM, screenshot, foto, kontak, data kesehatan,catatan, dan kalender. Selain itu, malware ini juga mencari dompet kripto.
Google Threat Intelligence Group dalam laporannyamenyebutkan bahwa DarkSword menggunakan enam kerentanan berbeda agar sepenuhnyabisa menguasai perangkat iOS.
Lookout menjelaskan bahwa DarkSword memanfaatkan celahtersebut untuk mendapatkan izin dan akses tingkat tinggi di sistem ponsel,sehingga bisa mengakses informasi sensitif dan mengirimkannya keluar dariperangkat.
Lantas situs seperti apa yang dicatut oleh penjahat siberini?
Para peneliti menemukan bahwa beberapa situs yang digunakandalam serangan ini mencakup situs dengan alamat gov.ua, yang mengindikasikanbahwa server pemerintah Ukraina telah diretas.
Dalam kasus lain, Google menemukan bahwa peretas menargetkanpengguna iPhone di Arab Saudi melalui situs yang menyamar seperti situs resmidari Snapchat.
Cara melindungi iPhone dari Spyware DarkSword
Apple menekankan bahwa memperbarui sistem operasi ke versipaling baru adalah langkah paling penting untuk menjaga keamanan perangkat.
Langkah pertama yang harus dilakukan pengguna adalahmemperbarui iPhone ke versi iOS terbaru, yaitu iOS 26, yang sudah memilikiperlindungan terhadap serangan ini.
Google juga menyebutkan bahwa semua celah keamanan telahdiperbaiki dalam iOS 26.3, meskipun sebagian besar sudah ditambal sebelumnya.
Apple juga merilis pembaruan untuk iOS 15 dan 16 pada Maret2026, agar pengguna perangkat lama tetap mendapatkan perlindungan. Untukpengguna iOS 13 atau 14, Apple turut menyarankan pengguna untuk segeramemperbarui ke iOS 15.