3 Inovasi Go Green Ini Curi Perhatian di GoZero Yogyakarta, Apa Saja?

pada 6 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.idAcaraGoZero Innovation Festival menjadi pembuka rangkaian GoZero% Goes to Yogyakartayang digelar pada Selasa, (23/12). Acara ini hadir sebagai ruang kreasi dankompetisi inovasi bagi para karyawan Telkom khususnya karyawan di WitelRegional III.

Digelar pada Selasa, (23/12), acara ini dibuka oleh sambutandari Rachmad Dwi Hartanto selaku EVP Telkom Regional III dan Gunawan Wasistoselaku VP Sustainability Telkom Indonesia.

“Apa yang kita lakukan di GoZero ini adalah langkah keciluntuk memberikan dampak positif bagi lingkungan,” kata Gunawan, dalamsambutannya.






Innovation Festival kali ini masih berfokus pada tantangandalam mengelola limbah di Indonesia, khususnya limbah sampah di Indonesia. Saatini, limbah sampah rumah tangga hingga limbah fiber optik masih menjadi masalahbersama. 

Dari 9 tim yang mempresentasikan ide dan inovasi merekaterkait pengelolaan limbah, ada 3 tim yang berhasil mencuri perhatian juri dankeluar sebagai juara.

Juara pertama jatuh kepada Ourbin yang merupakan perwakilandari Witel Nusa Tenggara. Tim berpersonilkan Guswanda, Wilhelmi dan Newton inimenghadirkan sebuah inovasi integrated waste management dengan memanfaatkan IoTserta dashboard untuk monitoring serta mengontrol sampah di area Witel.


Foto: Ourbin, Witel Nusa Tenggara.


“Yang paling kita utamakan adalah kita menyediakan data yangreliable untuk meningkatkan performa sustainability di level Witel,” kataGuswanda.

Nantinya, pengguna (dalam case ini adalah karyawan Telkom)akan diajak untuk membuang sampah di tempatnya, lalu nantinya teknologi IoTakan melakukan monitoring mengenai kategori sampah, berat sampah, hinggamendeteksi seberapa banyak sampah yang miss-place alias tidak sesuai dengankategorinya.

Setelah itu, integrasi ini juga memungkinkan Witel untukmendapatkan laporan mengenai proses recycle pada sampah yang mereka hasilkan.Untuk proses daur ulang tersebut, Ourbin bekerja sama dengan UMKM lokal sertapemerintah terkait.






Selanjutnya, juara kedua adalah GreenNest dari tim ‘JejakHijau Plastik Menuju Ekonomi Berkelanjutan’ yang berasal dari Witel SemarangJateng Utara.


Foto: GreenNest ‘Jejak Hijau Plastik Menuju Ekonomi Berkelanjutan’, Witel Semarang Jateng Utara.


GreenNest yang beranggotakan Aish, Dewi dan Lulu inimenghadirkan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bantal yang diklaim bisameningkatkan kualitas tidur.

GreenNest memanfaatkan cacahan sampah plastik yang kemudiandiproduksi menjadi isian bantal. Tidak seperti bantal lainnya, GreenNest inidiklaim dirancang berbasis ergonomi dan biomekanika, sehingga bisa menjagaleher tetap netral dan nyaman sepanjang malam.

Juara ketiga adalah Forec dari dari Divisi Telkom RegionalIII. Tim beranggotakan Aufal, Pudi dan Rino ini mengusung inovasi daur ulangsampah fiber optik yang berasal dari lingkungan perusahaan.

Forec atau Fiber Optic Recycling and Circularity inimenggunakan aplikasi untuk pengumpulan limbah kabel FO sehingga bisa tercatatdan terdokumentasi. Pelacakan limbah kabel dilakukan dengan scan QR Code saatmuat barang dan bongkar limbah.

Foto: Forec, Divisi Telkom Regional III.

Lanjut ke tahap ketiga adalah pemotongan limbah fiber optik,hingga akhirnya di tahap terakhir adalah pemilahan material untuk memaksimalkannilai guna material hasil limbah kabel fiber optik.

Daur ulang ini bisa membantu mengurangi limbah, membantuekonomi UMKM yang terlibat serta membantu keterlibatan tenaga lokal.

Ketiga tim ini nantinya akan mendapat dukungan untukmengimplementasikan inovasi mereka dan berkesempatan untuk kembali mengikutikompetisi Festival Innovation di skala pusat.

TIm-tim juara dari tiap regional akan kembali dipilih untukakhirnya mendapat dukungan penuh dari Telkom dan menerapkan inovasinya diseluruh cabang kantor Telkom.

Terlepas dari itu, kehadiran festival inovasi ini diharapkanmemberi ide dan gagasan untuk mengelola limbah tersebut dan lebih jauh, bisalangsung diterapkan di lingkungan Telkom maupun di regional setempat.

“Teman-teman perwakilan inovator inilah yang akan menjadiagent of change, jadi agen untuk mengimplementasikan ESG di masing-masingareanya,” tutur Gunawan.