320 Warga Asing Ditangkap Kepolisian, Bikin Sarang Judi Online di RI

pada 1 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Sebanyak 321 orangberkewarganegaraan asing (WNA) berhasil ditangkap oleh Bareskrim Kapolri diGedung Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat pada Minggu, (10/05) lalu terkaitaktivitas perjudian online.

Dalam penyelidikannya, Kapolri mencatat bahwa 320 orangdiantaranya merupakan berkewarganegaraan asing (WNA) dan 1 orang lainnyamerupakan warga Indonesia (WNI). 

Ke-321 orang ini ditangkap karena kasus perjudian onlinejaringan internasional yang melibatnya warga negara dari Vietnam, China,Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia hingga Kamboja. Para pelaku diduga telahberoperasi selama dua bulan di Indonesia.




Mayoritas dari WNA ini ini ditangkap saat tengahmengoperasikan situs judi online. Mereka memiliki perannya masing-masing,termasuk menjadi telemarketing (pemasaran jarak jauh), customer service, hinggaadmin.

Dalam pengungkapan ini, polisi menemukan 75 domain judionline yang menargetkan korban di mancanegara serta menyita barang buktiseperti paspor, handphone, laptop, komputer, dan uang tunai berbagai matauang. 

Dalam keterangannya, Karo Penmas Divhumas Polri, BrigjenPol. Trunoyudo Wisnu Andhiko, S.I.K., M.I.Kom. mengatakan bahwa ini merupakanimplementasi dalam proses penegakan hukum terkait perjudian online jaringaninternasional.




“Ini merupakan satu bagian yang terintegrasi dengan programBapak Presiden Republik Indonesia, Program Asta Cita, di mana implementasidalam proses penegakan hukum, khususnya terkait perjudian online jaringaninternasional," ujarnya.

Proses penyelidikan terus berlanjut dimana kepolisian tengahmencari tahu pihak-pihak yang terlibat, termasuk pihak yang mendanai sertajaringan yang mengendalikan operasi judi online tersebut.

Hingga saat ini, 320 WNA tersebut dititipkan ke dua tempat,yakni Rumah Detensi Imigrasi di Kuningan, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat.Sementara seorang pelaku lainnya yang berstatus warga negara Indonesia (WNI)dibawa ke Bareskrim Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut.