5 Brand Smartphone Terlaris di Indonesia, Xiaomi Terus Tempel Samsung

Persaingan industrismartphonedi tahun 2018 sangat keras. Banyakvendoryang meluncurkan produk di tahun ini, dan pada masa ini pula, banyak datasub-brandbaru yang diluncurkan oleh merek besar. Sebut saja Huawei yang merilis Honor. Xiaomi merilis Pocophone. Oppo dengan Realme.
Kehadiransub-brandbaru ini nyatanya belum mampu mengguncang eksistensi Samsung sebagai rajasmartphonedi Indonesia. Perusahaan asal Korea Selatan itu tidak mau kalah agresif denganbrandlain, yang aktif meluncurkan produk di segala lini, terutama pada segmenlow-endhinggamid-range.
Menurut data lembaga riset IDC, Samsung masih menguasai pangsa pasarsmartphoneIndonesia pada kuartal ketiga 2018 dengan raihan 28 persen. IDC mengumpulkan data ini berdasarkan pengapalan ataushipment.
Samsung ditempel ketat oleh Xiaomi yang fokus bermain di segmen pasarultra low-endhinggamid-rangedi Indonesia. Xiaomi, menurut IDC, berada di peringkat keduavendor smartphoneterlaris Indonesia pada kuartal ketiga 2018 dengan raihan 24 persen.
Di posisi ketiga dan keempat ada Oppo dan Vivo, yang masing-masing menguasai 19 persen dan 13 persen.
Agresivitasvendorsmartphonedari China itu tak dapat dipungkiri telah memukulvendorsmartphonelokal Advan yang harus puas dengan raihan pangsa pasar 5 persen.
VendorChina macam Xiaomi, mempertahankan strategi untuk meluncurkan produk di rentang harga Rp 1 jutaan, yang akhirnya turut memacu Oppo dan Samsung untuk berkompetisi di sana. Semua langkah ini telah menyakitsmartphonelokal termasuk Advan dan Evercoss yang sebelumnya masuk ke segmen pasar tersebut.
Dengan kondisi pasar yang seperti ini, IDC mencatat segmen pasarsmartphone ultra low-enddi Indonesia meningkat selama dua kuartal berturut-turut.
Tekanan terhadap Advan dan Evercoss juga datang dari kondisi ekonomi Indonesia. Analis client device IDC Indonesia, Risky Febrian, menjelaskan bisnisvendorsmartphonelokal saat ini sangat dipengaruhi oleh kondisi depresiasi mata uang rupiah, yang membuat perusahaan lokal mengurangi pasokan persediaan untuk meminimalisir risiko kehilangan profit setelah mengantisipasi perlambatan penjualan.
"Merek lokal terus mengeksplorasi cara lain untuk tetap kompetitif," kata Risky, dalam siaran pers yang diterimakumparan, Kamis (13/12).
Advan mencoba masuk ke pasar milenial dengan strategi pemasaran yang memberi potongan harga bagi pelajar. Merek lokal lain seperti Evercoss, juga dipaksa putar otak, yang akhirnya memilih untuk bekerja sama dengan operator seluler XL Axiata dalam memperkenalkansmartphoneseri Xtream ke pasar. Evercoss berupaya memberi nilai tambah ke penggunanya dengan iming-iming bisa mengakses YouTube tanpa batas.