Adik Ditikam Kakaknya Perkara Roblox, Malaysia Siap Blokir?

Uzone.id— Platform gamingRoblox kembali menjadi sorotan. Selain karena popularitasnya yang terusmenanjak, game yang familiar di kalangan anak-anak ini memicu kegaduhan dinegara tetangga Indonesia, Malaysia.
Hal ini terjadi pada tanggal 27 Oktober lalu, dimana seoranganak laki-laki berusia enam tahun diserang dengan benda tajam oleh kakaknyayang berusia sembilan tahun di Kampung Parit Nipah, Batu Pahat, Johor.
Melansir dari South China Morning Post, Selasa, (04/11),insiden ini terjadi setelah sang kakak kesal karena permainan Roblox yangsedang dimainkan terputus, menyebabkan dia kehilangan semua poin yang telahdikumpulkan.
“Motifnya masih dalam penyelidikan, tetapi kami menemukanbahwa dia telah bermain Roblox secara berlebihan di ponselnya,” kata KepalaPolisi Johor, Ab Rahaman Arsad dikutip dari sumber yang sama.
Selama pemeriksaan, anak laki-laki itu mengaku mulaimengalami halusinasi pada malam itu, seolah-olah diperintahkan untuk menyakitianggota keluarganya. Dia kemudian mengambil pisau dan menyerang adiklaki-lakinya.
Terkait adanya insiden ini, Roblox pun berjanji untukmeningkatkan keamanan melalui penggunaan teknologi kecerdasan buatan danpemantauan manusia pasca insiden ini.
Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Hannah Yeoh jugamengatakan bahwa platform tersebut bersedia untuk bekerja sama denganpemerintah Malaysia, khususnya dalam hal berbagi data dan kepatuhan terhadapperaturan.
Namun disisi lain, Menteri Pengembangan Perempuan, Keluarga,dan Masyarakat Nancy Shukri mengatakan pemerintah Malaysia sedangmempertimbangkan pelarangan Roblox di negara mereka.
Pertimbangan ini dilakukan di tengah meningkatnyakekhawatiran terkait keamanan dan konten yang dapat berdampak negatif padaremaja.
Masalah ini masih dalam pembahasan, dimana keputusanakhirnya akan mempertimbangkan peraturan Australia untuk Roblox di bulanDesember mendatang.
“Kami memantau dengan cermat bagaimana Australia menerapkanregulasi ini. Regulasi tersebut masih dalam tahap perencanaan dan belum adayang diberlakukan,” tuturnya.
Tak hanya di Malaysia saja, Indonesia juga sempat menyorotiRoblox karena kekhawatiran orang tua terhadap game ini. Platform pun setujuuntuk menghadirkan berbagai fitur perlindungan anak-anak untuk menjaga merekasaat berselancar di platform tersebut.