AI Bantu Indosat Pangkas Emisi 50%, Pendapatan Ikut Cetak Rekor

Highlight Artikel
- Indosat Ooredoo Hutchison meraih pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
- Indosat menjadi satu-satunya emiten seluler yang tercatat dalam tiga indeks ESG KEHATI sekaligus (SRI-KEHATI, ESG Quality 45 IDX KEHATI, ESG Sector Leaders IDX KEHATI) untuk periode Juni hingga November 2026.
- Pencapaian ini menandakan bahwa strategi bisnis Indosat tak hanya berorientasi finansial, tetapi juga pada aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG).
- Indosat berhasil menurunkan intensitas emisi karbon 50,89% dan meningkatkan efisiensi energi 51,89% melalui teknologi dan AI.
- Perusahaan telah membantu mencetak lebih dari 834 ribu talenta digital dan meningkatkan representasi perempuan di posisi kepemimpinan hingga 27,3%.
- Fokus tata kelola termasuk perlindungan data pribadi, gerakan anti-spam/scam, dan penerapan Good Corporate Governance (GCG).
Daftar Isi
Pengantar Pencapaian Indosat
Uzone.id– Di tengah persaingan industri telekomunikasi yang semakin ketat, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) mengantongi pencapaian baru. Bukan hanya mencetak pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, operator ini juga menjadi satu-satunya emiten seluler yang masuk ke tiga indeks ESG KEHATI sekaligus.
Untuk periode Juni hingga November 2026, Indosat resmi tercatat dalam Indeks SRI-KEHATI, Indeks ESG Quality 45 IDX KEHATI, dan Indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI.
Masuknya Indosat ke tiga indeks tersebut menjadi penanda bahwa strategi bisnis perusahaan dinilai tak hanya berorientasi pada pertumbuhan finansial, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau Environmental, Social, and Governance (ESG).
Pentingnya Indeks ESG KEHATI dan Kinerja Bisnis
Bagi pasar modal Indonesia, SRI-KEHATI sendiri dikenal sebagai salah satu acuan utama investasi berbasis ESG. Indeks ini berisi perusahaan-perusahaan yang dinilai memiliki praktik bisnis berkelanjutan sekaligus kinerja perusahaan yang baik.
Menariknya, capaian tersebut datang bersamaan dengan performa bisnis Indosat yang juga sedang berada di titik tertinggi.
Pada kuartal pertama 2026, Indosat membukukan pendapatan sebesar Rp15,2 triliun, naik 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan menyebut angka tersebut menjadi pendapatan kuartalan terbesar sepanjang sejarah perusahaan.
Menurut Indosat, capaian itu menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis dapat berjalan beriringan dengan penerapan prinsip keberlanjutan.
Komitmen ESG Indosat: Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola
Komitmen tersebut juga tercermin dari sejumlah indikator ESG yang dicapai perusahaan sepanjang tahun buku 2025.
Di aspek lingkungan, Indosat berhasil menurunkan intensitas emisi karbon sebesar 50,89 persen. Perusahaan juga meningkatkan efisiensi penggunaan energi hingga 51,89 persen melalui pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Sementara dari sisi sosial, Indosat mengklaim telah membantu mencetak lebih dari 834 ribu talenta digital Indonesia melalui berbagai program seperti IDCamp, SheHacks, dan Wadhwani Upskilling.
Perusahaan juga terus mendorong keberagaman di lingkungan kerja dengan meningkatkan representasi perempuan pada posisi kepemimpinan hingga 27,3 persen.
Tak hanya itu, aspek tata kelola juga menjadi fokus perusahaan melalui berbagai inisiatif perlindungan pelanggan, termasuk penguatan sistem perlindungan data pribadi, gerakan anti-spam dan anti-scam, serta penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Director and Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan implementasi ESG kini bukan lagi sekadar memenuhi tuntutan regulasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis.
"Implementasi prinsip ESG penting untuk memitigasi risiko investasi, menjaga ketahanan operasional, serta memastikan keberlanjutan bisnis. Maka dari itu, terdaftarnya Indosat dalam tiga indeks ESG KEHATI membuktikan upaya berkelanjutan perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis agar berjalan selaras dengan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat," ujar Reski dalam keterangannya yang diterimaUzone.
Ia melanjutkan, "Ke depan, Indosat akan terus memperkuat integrasi ESG di seluruh aspek operasional untuk menciptakan nilai jangka panjang yang #LebihBaik bagi seluruh pemangku kepentingan.”
Strategi Masa Depan: Integrasi ESG dan Transformasi AI TechCo
Bagi Indosat, masuknya ke tiga indeks ESG KEHATI bukan hanya menjadi pengakuan atas praktik bisnis yang dijalankan saat ini, tetapi juga menjadi sinyal bahwa aspek keberlanjutan semakin menjadi bagian dari strategi perusahaan ke depan.
Seiring transformasi perusahaan menjadi AI TechCo, Indosat juga mulai mengintegrasikan pendekatan ESG ke dalam berbagai lini bisnis, mulai dari efisiensi operasional berbasis AI, pengembangan talenta digital, hingga perlindungan pelanggan di tengah meningkatnya ancaman kejahatan digital.
FAQ Artikel
Apa saja indeks ESG KEHATI yang berhasil dimasuki Indosat?
Indosat Ooredoo Hutchison berhasil tercatat dalam tiga indeks ESG KEHATI, yaitu Indeks SRI-KEHATI, Indeks ESG Quality 45 IDX KEHATI, dan Indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI, untuk periode Juni hingga November 2026.
Mengapa pencapaian Indosat masuk indeks ESG KEHATI penting?
Pencapaian ini penting karena menandakan bahwa strategi bisnis Indosat tidak hanya berfokus pada pertumbuhan finansial, tetapi juga sangat memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG). Hal ini juga menjadi acuan penting bagi investasi berkelanjutan di pasar modal Indonesia.
Bagaimana Indosat menunjukkan komitmennya di aspek lingkungan?
Di aspek lingkungan, Indosat berhasil menurunkan intensitas emisi karbon sebesar 50,89% dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi hingga 51,89% melalui pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) sepanjang tahun buku 2025.
Apa kontribusi Indosat di bidang sosial?
Dari sisi sosial, Indosat mengklaim telah membantu mencetak lebih dari 834 ribu talenta digital Indonesia melalui berbagai program seperti IDCamp, SheHacks, dan Wadhwani Upskilling. Perusahaan juga meningkatkan representasi perempuan pada posisi kepemimpinan hingga 27,3%.
Bagaimana Indosat menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG)?
Indosat berfokus pada tata kelola melalui inisiatif perlindungan pelanggan, termasuk penguatan sistem perlindungan data pribadi, gerakan anti-spam dan anti-scam, serta penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Apa visi Indosat ke depan terkait integrasi ESG dan AI?
Indosat akan terus memperkuat integrasi ESG di seluruh aspek operasionalnya, seiring transformasinya menjadi AI TechCo. Ini mencakup efisiensi operasional berbasis AI, pengembangan talenta digital, dan perlindungan pelanggan dari kejahatan digital, demi menciptakan nilai jangka panjang.