AI di 2026: Tahta ChatGPT Turun hingga Eratnya Hubungan Manusia dan AI

pada 6 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.idTahun2026 sudah resmi dimulai dan sudah banyak prediksi yang muncul mengenaiperkembangan teknologi selama satu tahun ke depan. 

Sama seperti tahun 2025, AI masih menjadi buah bibir ditahun Kuda Api ini, namun ada beberapa perubahan yang diramal muncul danmengubah industri tersebut.

Bahkan, tidak hanya menjadi sebuah teknologi saja, hubunganAI dengan manusia diramal akan semakin erat, produk-produk AI juga akan semakinramai sehingga lambat laun, tahta ChatGPT akan segera tergeser.

Berikut beberapa tren AI yang diprediksi akan terjadi selamatahun 2026 nanti.

Gemini AI mendominasi, ChatGPT akan tergeser

Tahta ChatGPT sebenarnya sudah goyah semenjak akhir tahun2025 kemarin, namun di tahun 2026 ini, posisi mereka benar-benar terancam danbisa turun di bawah Gemini milik Google.




Thomas Smith, ahli AI dari John Hopkins memprediksi bahwaChatGPT dengan model terbarunya yaitu Garlic akan menghadapi persainganketat. 

Di awal persaingan AI, OpenAI dengan lantang dan terbuka“mengambil makan siang Google” tapi seiring dengan berjalannya waktu, Googleyang memiliki lebih banyak data, sumber daya yang lebih besar termasuk chipbuatan AI sendiri, hingga jangkauan yang lebih luas bisa dengan mudahmendominasi pasar ini.

Pada 2026 ini, Google diramal akan terus mengerahkankekuatannya di ranah AI generatif. Gemini AI akan berubah dari pemain pelengkapmenjadi salah satu model paling kuat karena terintegrasi dengan produk-produkGoogle lainnya yang banyak digunakan orang-orang. 

“Tantangan bagi OpenAI bukan sekadar menciptakan produkterbaik, melainkan menciptakan produk yang lebih baik dari Google. Dan itu akansangat sulit pada 2026 dan seterusnya,” katanya.

Video pendek bikinan AI akan semakin merajalela

Tahun 2025 kemarin, video-video ai mulai muncul diplatform-platform seperti di X dan Reels. Nah, tahun ini, konten AI-generatedtersebut akan semakin merajalela dan mendominasi platform video pendek.

“Pada tahun 2026, jangkauan jejaring sosial yang didukung AIseperti Sora akan tumbuh secara dramatis,” kata Thomas.



Pada tahun 2026 dan seterusnya, video vertikal yangdihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) akan semakin meningkat dan memilikijangkauan yang luas. Video vertikal dianggap jadi format yang ideal untuk AI.Klip-klip tersebut cenderung singkat, sesuai dengan kemampuan AI untukmenghasilkan video 10 detik. 

Video-video ini juga cenderung menarik dan memikat karenabisa membuat video yang tidak masuk akal. Misalnya, video orang terjatuh kedalam kue pernikahan, video ASMR memotong ‘planet’, hingga video manusia yangbisa terbang dan lainnya.

Meski begitu, kekhawatiran terus muncul karena video AI initerlihat sangat realistis sehingga dalam case tertentu, orang-orang tidak bisamembedakan mana yang asli dan mana yang bukan.

Hubungan manusia dan AI semakin ‘dekat’

Masih ingat Sam Altman yang khawatir soal manusia yangmemiliki ‘hubungan’ dengan AI? Sepertinya, kekhawatiran tersebut akan berlanjutdi tahun ini.

Saat ini, pengguna AI menyadari bahwa ChatGPT dapatmenggantikan peran terapis manusia. Bahkan, dalam survei yang dilakukan olehThe Economist, 25 persen responden melaporkan bahwa mereka beralih ke chatbotuntuk dukungan kesehatan mental.

Hal ini bisa berujung pada situasi yang sangat buruk, bahkantidak jarang berujung membahayakan diri. Namun, bagi orang-orang yang tidakmampu membayar dukungan psikologis, menggunakan chatbot sebagai terapissangatlah menarik.

Tahun ini, hubungan manusia dan AI diprediksi akan semakinmengarah ke hal tersebut. Apalagi saat ini, OpenAI tak punya pilihan lain untukmengembangkan ChatGPT ke arah tersebut karena banyaknya pengguna yang semakin‘dekat’ dengan produk mereka.

Diketahui, OpenAI telah melakukan perbaikan dalam cara botmenangani percakapan sensitif tentang kesehatan medis dan mental.

Ini bisa menjadi hal positif karena banyak orang tampaknyalebih nyaman membahas masalah mereka dengan bot yang tidak berpikir daripadadengan manusia.

Kemampuan ChatGPT juga akan berkembang dalam cara lain. Mode"dewasa" yang dikabarkan akan hadir pada 2026, memungkinkan ChatGPTmenulis materi yang berbau sensual sehingga tidak dapat dipungkiri kalauhubungan AI dan manusia nantinya akan semakin dekat.